Monyet di Cianjur Berulah, Anak-anak hingga Orang Dewasa Jadi Korban

Monyet di Cianjur Berulah, Anak-anak hingga Orang Dewasa Jadi Korban

Ikbal Selamet - detikJabar
Selasa, 14 Apr 2026 18:21 WIB
Ilustrasi. Monyet ekor panjang di kawasan Desa Wisata Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul.
Ilustrasi monyet. (Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng)
Cianjur -

Warga Kampung Bobojong, Desa Cimanggu, Kecamatan Cibeber diteror monyet ekor panjang liar. Bahkan beberapa warga, termasuk anak-anak, menjadi korban penyerangan monyet liar hingga mengalami luka-luka.

Yusuf (40), salah seorang warga, mengatakan teror monyet liar sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Bahkan, dirinya pun turut menjadi korban.

"Saya lihat ada monyet besar dekat rumah. Tapi saat mengalihkan pandangan, tiba-tiba monyet tersebut sudah ada di belakang dan langsung menyerang saya," ujar Yusuf, Selasa (14/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Senada, Dewi (30), warga lainnya, menuturkan bahwa anaknya juga menjadi korban penyerangan monyet liar, bahkan mengalami luka serius di tangan dan kepala.

"Anak saya lagi main. Tiba-tiba ada monyet menyerang. Bagian kepala dan wajah dicakar kemudian tangan digigit," katanya.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, sang anak berhasil diselamatkan setelah warga berusaha mengusir monyet tersebut. "Diselamatkannya oleh warga yang ada di lokasi kejadian," tuturnya.

Ia menyebutkan, usai digigit monyet yang diduga kelaparan tersebut, anaknya langsung dilarikan ke rumah sakit.

"Anak saya langsung diobati dan diberi suntikan anti rabies. Takutnya monyet tersebut terkena rabies," kata Dewi.

Kepala Desa Cimanggu, Rohmad Budiman, mengatakan teror monyet liar sudah terjadi sejak tiga pekan lalu dan berpindah-pindah dari satu kampung ke kampung lain.

"Korban sudah banyak. Bahkan sering ke salah satu pondok pesantren. Membuat santri jadi ketakutan," ungkapnya.

Seekor Monyet Peneror Warga Ditangkap

Seekor monyet liar yang meneror dan melukai warga berhasil ditangkap. Namun, monyet yang sempat memberikan perlawanan dengan menyerang petugas dan kawanan anjing pemburu itu akhirnya mati saat proses penangkapan.

Kapolsek Cibeber, Kompol Tio, mengatakan usai mendapatkan laporan adanya teror monyet liar, kepolisian bersama warga langsung melakukan pencarian untuk menangkap hewan tersebut.

"Penangkapan dilakukan bersama warga. Monyetnya ditemukan masih di sekitar lokasi sebelumnya, tidak jauh dari lokasi penyerangan terakhir," kata dia.

Menurutnya, saat ditemukan, monyet tersebut berada di atas pohon. Petugas kemudian melakukan upaya penangkapan menggunakan alat sederhana berupa senjata mimis yang biasa digunakan untuk berburu hewan kecil.

"Posisinya di atas pohon. Kami menggunakan senjata mimis (senapan angin), bukan senjata api, yang biasa dipakai untuk berburu hewan seperti burung," tuturnya.

Selain itu, proses penangkapan juga dibantu tiga ekor anjing pemburu milik warga yang dilepas untuk melacak pergerakan hewan tersebut.

"Ada tiga ekor anjing kampung pemburu milik warga yang membantu. Jadi memang ini gotong royong antara petugas dan masyarakat," ungkapnya.

Dia menjelaskan, saat dilumpuhkan, monyet tersebut malah terus menyerang sehingga langsung digigit oleh kawanan anjing pemburu.

"Monyet tersebut akhirnya mati akibat gigitan anjing pemburu saat hendak ditangkap," kata dia.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di dekat area hutan atau perkebunan.

"Tetap berhati-hati. Jika kembali menemukan hewan liar dan terjadi serangan, segera laporkan ke pihak kepolisian agar bisa segera ditangani," katanya.

Halaman 2 dari 2
(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads