Insiden bayi nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung ternyata menyisakan trauma mendalam. Sang ibu, Nina Saleha (27), bahkan enggan kembali ke rumah sakit plat merah itu meski jadwal kontrol anaknya telah ditentukan.
Ya, Nina nampaknya masih belum bisa melupakan insiden pada Rabu (8/4/2026) itu. Nina bahkan melayangkan somasi ke RSHS demi mendapat kejelasan atas keresahan yang dia rasakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
aDidampingi pengacaranya, Mira Widyawati, Nina sempat datang ke RSHS pada Senin (13/4) kemarin. Namun, mereka tak mendapat titik terang setelah mencoba bertemu dengan Direktur Utama RSHS, Rachim Dinata Marsidi.
Alhasil, pihak Nina kini memberi tenggat waktu tiga hari supaya RSHS merespons somasinya. Jika tidak direspons, Nina dan pengacaranya mengancam akan melaporkan kasus ini ke kepolisian.
"Surat somasi ini isinya poin-poin penting yang belum terungkap, dan kita kasih waktu 3x24 jam. Kalau tidak merespon maka kami akan melakukan pelaporan ke Bareskrim atau Polda Jabar," ungkap Mira, Selasa (24/4/2026).
Selain somasi, Nina juga berencana mengajukan tes DNA. Nina ingin memastikan bayi itu adalah buah hatinya, plus banyak pesan yang masuk melalui media sosial yang menyebutkan pernah mengalami kejadian serupa di RSHS.
"Betul, kita mau ajukan tes DNA, sejak peristiwa ini mencuat banyak DM yang lahir di RSHS bertanya-tanya soal anaknya dan banyak sekali kasus yang tidak terungkap. Kita juga minta korban bersuara terkait masalah bayi tertukar," jelasnya.
Nina memang telah memafkan kasus ini. Namun dari hari ke hari, kondisi psikologisnya ikut terguncang karena terus memikirkan kasus tersebut.
"Dia masih syok, syok yang seharusnya bayi kontrol di RSHS dia enggak mau akhirnya diperiksa di rumah sakit (lain) yang ada di Kota Bandung," begitulah pengakuan Mira saat membeberkan kondisi psikologis kliennya, Nina.
"Kondisinya sedang drop, psikisnya terganggu, sudah tidak ceria lagi. Karena kasus ini dia merasa terbebani," ujarnya menambahkan.
Mewakili Nina, Mira menyatakan keinginan kliennya begitu sederhana. Mereka hanya ingin ada sikap transparan dari RSHS soal kasus bayinya yang nyaris tertukar beberapa hari yang lalu.
"Maunya diungkap, dia tahu persis, dia mau tahu suster yang mana, satpamnya juga. Peristiwa ini ingin diusut," tegasnya.
Inisiden ini pun turut menyita perhatian polisi. Meski Nina belum melayangkan laporan, Satreskrim Polrestabes Bandung tetap membuka peluang proses penyelidikan.
"Minggu kemarin kita sudah datangi rumah sakit (RSHS)," kata Kasat Reskrim Polretabes Bandung, AKBP Anton kepada wartawan, Selasa (14/4/2026).
Anton menyebut kedatangannya ke RSHS untuk mengetahui SOP pemulangan pasien, khususnya pasien bayi. Kendati demikian, sampai saat ini kepolisian belum menerima laporan dari pihak Nina.
"Kami tetap lakukan penyelidikan," pungkasnya.
Simak Video "Video: Polisi Tahan Dokter PPDS yang Diduga Perkosa Keluarga Pasien"
[Gambas:Video 20detik]
(wip/mso)
