Polisi Usut Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung

Polisi Usut Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung

Wisma Putra - detikJabar
Selasa, 14 Apr 2026 09:09 WIB
Orangtua yang viral gegara bayinya diduga ditukar usai dirawat di RSHS
Orangtua yang viral gegara bayinya diduga ditukar usai dirawat di RSHS (Foto: Whisnu Pradana)
Bandung -

Nina Saleha, ibu yang bayinya hampir tertukar melayangkan somasi kepada Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Pihak Nina menyebutkan, meski memaafkan pihak rumah sakit, pihaknya belum menyatakan damai.

Pasalnya, damai di sini merupakan klaim sepihak dari rumah sakit milik Kemenkes RI itu. Sementara Nina sendiri, belum pernah bertemu dengan perawat, petugas keamanan dan seseorang yang menerima bayinya.

Pihak Nina memberikan waktu 3x24 jam untuk menanggapi surat somasi yang disampaikan. Jika tidak pihaknya akan membawa kasus ini ke ranah hukum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski belum ada laporan dari pihak Nina, Satreskrim Polrestabes Bandung turut menyoroti kejadian ini.

Kasat Reskrim Polretabes Bandung, AKBP Anton mengatakan jika pihaknya sudah memintai keterangan pihak rumah sakit.

ADVERTISEMENT

"Minggu kemarin kita sudah datangi rumah sakit (RSHS)," kata Anton kepada wartawan, Selasa (14/4/2026).

Anton menyebut kedatangannya ke RSHS untuk mengetahui SOP pemulangan pasien, khususnya pasien bayi. Kendati demikian, sampai saat ini kepolisian belum menerima laporan dari pihak Nina.

"Kami tetap lakukan penyelidikan," tambahnya.

Sebelumnya, kuasa hukum Nina Saleha, Mira Widyawati mengatakan, kedatangan dia bersama kliennya, Senin (13/4) kemarin ke RSHS untuk menemui Direktur Utama RSUP Dr. Hasan Sadikin, Rachim Dinata Marsidi, namun yang bersangkutan tidak ada di tempat.

Menurut Mira, pihak Nina memberi waktu kepada RSHS hingga 3 hari ke depan agar menanggapi surat somasi tersebut, jika tidak dia akan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

"Surat somasi ini isinya poin-poin penting yang belum terungkap, dan kita kasih waktu 3x24 jam. Kalau tidak merespon maka kami akan melakukan pelaporan ke Bareskrim atau Polda Jabar," kata Mira.

Mira tegaskan, jika Nina meminta agar pihak RSHS terbuka dan transparan dalam menangani kasus ini.

"Maunya diungkap, dia tahu persis, dia mau tahu suster yang mana, satpamnya juga. Peristiwa ini ingin diusut," tergasnya.

(wip/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads