Nestapa Warga Cijagra Bandung, Antre Perahu demi Terjang Banjir

Nestapa Warga Cijagra Bandung, Antre Perahu demi Terjang Banjir

Yuga Hassani - detikJabar
Selasa, 14 Apr 2026 13:32 WIB
Banjir Kabupaten Bandung
Banjir Kabupaten Bandung (Foto: Yuga Hassani/detikJabar).
Kabupaten Bandung -

Banjir masih menggenangi Kampung Cijagra, Desa Bojongsoang, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Selasa (14/4/2026). Aktivitas warga terhambat dan hanya bisa mengandalkan perahu.

Sejumlah warga harus rela antre menunggu giliran naik perahu untuk menuju rumah maupun keluar dari permukiman. Terlihat hanya satu perahu yang bisa digunakan warga untuk beraktivitas.

Ketinggian air di Kampung Cijagra rata-rata mencapai 80 hingga 120 sentimeter. Genangan air juga turut merendam Jalan Raya Bojongsoang dengan ketinggian 10 hingga 20 sentimeter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga sekitar, Munardi (56), mengatakan saat ini warga kesulitan beraktivitas dan hanya bisa menggunakan perahu. Warga pun harus bersabar mengantre untuk mendapatkan giliran menggunakan perahu tersebut.

ADVERTISEMENT

"Iya memang kalau banjir gede gini, perahu juga susah. Jadi kalau pun ada perahu, paling ada satu, sedangkan warga yang mau masuk ke dalam kampung ada puluhan hingga ratusan," ujar Munardi, saat ditemui di lokasi.

Ia menjelaskan, warga harus sabar mengantre jika ingin naik perahu tersebut. Pasalnya, akses jalan menuju rumah terputus total dengan kedalaman air mencapai 120 sentimeter.

"Iya ini mah mau tidak mau harus sabar kalau tidak mau basah kuyup jalan kaki menerjang arus. Lagian kalau maksain nerjang arus juga banjirnya dalem banget," katanya.

Menurutnya, pemilik perahu biasanya mengangkut warga yang akan bekerja dan anak-anak yang akan sekolah. Kemudian pada siang dan sore hari, warga dijemput kembali untuk pulang ke rumah.

"Ini tuh perahunya cuma ada satu punya warga. Jadi kita juga kadang ngasih seridhonya aja buat pemilik perahu," jelasnya.

Sementara itu, Camat Bojongsoang Kankan Taufik Barnawan mengatakan, genangan banjir merendam permukiman dan mengganggu aktivitas warga. Ia menyebut saat ini petugas masih melakukan pemantauan di lokasi terdampak.

"Air mulai naik dari malam dan hingga siang tadi masih merendam permukiman warga," ujar Kankan, kepada awak media.

Ia mengungkapkan, banjir yang melanda Bojongsoang merupakan luapan dari Sungai Cikapundung dan Sungai Citarum. Hal itu membuat air merendam permukiman warga.

"Iya ada sekitar ratusan rumah terendam banjir," jelasnya.

Kankan menjelaskan, genangan banjir merendam ratusan rumah pada delapan RW. Ketinggian air banjir bervariasi dari 60 sentimeter sampai dengan 1,2 meter.

"Hasil asesment kejadian banjir ada di 8 RW," katanya.

Dari data yang dihimpun, area yang tergenang banjir berada di RW 1, meliputi RT 1 hingga RT 5. Kemudian area yang terdampak banjir lainnya ada di RW 2, tepatnya RT 5 dan RT 2.

Sementara di RW 3, area yang terdampak banjir berada di RT 7, RT 6, dan RT 5. Sementara area yang terdampak banjir di RW 4 berada di RT 1, RT 2, RT 9, dan RT 11.

Area banjir yang terdampak luas berada di RW 9, tepatnya di RT 1 sampai RT 6 dan RT 8. Sementara di RW 10, wilayah yang terdampak berada di RT 1 sampai RT 9.

Pada wilayah RW 11, area yang terdampak berada di RT 1 sampai dengan 4, dan RW 17 yang terdampak banjir berada di RT 1 sampai dengan RT 6.

Area yang terdampak banjir tersebut berada di Kampung Cijagra dan Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang. Petugas saat ini masih di lapangan untuk melakukan asesmen.

"Sebagian wilayah Bojongsoang masih terendam aktivitas warga terhambat," ungkapnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Akses Jalan Raya Sapan Terganggung Imbas Banjir Sejak Sabtu"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads