Momen Genting Saat Rahmat dan Istri Nyaris Tertimbun Longsor di Sukabumi

Momen Genting Saat Rahmat dan Istri Nyaris Tertimbun Longsor di Sukabumi

Siti Fatimah - detikJabar
Minggu, 12 Apr 2026 14:48 WIB
Longsor timbun satu rumah di Sukabumi
Longsor timbun satu rumah di Sukabumi (Foto: Siti Fatimah/detikJabar)
Sukabumi -

Suara gemuruh dari belakang rumah memecah sore itu. Dalam hitungan detik, tebing setinggi 15 meter di Perumahan Griya Sukalarang Asri, Desa Sukamaju, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, ambruk dan menghantam hunian milik Rahmat Danu Atmaja (70), Sabtu (11/4) sekitar pukul 16.00 WIB.

Hujan deras yang mengguyur sejak beberapa hari terakhir diduga memicu longsor. Material tanah dan bebatuan menghantam dinding belakang rumah hingga jebol, membuat bagian dalam bangunan dipenuhi timbunan.

Rahmat menuturkan, saat kejadian dirinya bersama sang istri berada di dalam rumah. Ia sempat mendengar suara gemuruh sebelum akhirnya berusaha menyelamatkan diri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya keluar, tahu-tahu ada batu besar, gelundung dua. Saya langsung melompat, sampai menghantam pagar bambu, bahkan sempat kena besi," ujar Rahmat saat ditemui di lokasi, Minggu (12/4/2026).

Namun nahas, istrinya tertinggal di dalam rumah. Pintu yang tertutup material membuat korban terjebak, bahkan kakinya sempat terjepit timbunan tanah dan batu.

ADVERTISEMENT

"Istri saya masih di dalam, pintunya sudah tertutup batu dan kakinya terjepit. Tidak bisa bergerak karena tertimpa tanah dan batu, jadi bengkak," katanya.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung berdatangan memberi pertolongan. Mereka mendobrak pintu dan merusak teralis untuk mengevakuasi korban dari dalam rumah.

"Dibantu warga, pintunya didobrak dan teralis dirusak. Lama-lama akhirnya bisa diangkat dan diselamatkan," ucap Rahmat.

Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dilarikan ke RS Hermina untuk mendapatkan perawatan medis. Kini, Rahmat dan istrinya mengungsi di rumah kontrakan tak jauh dari lokasi kejadian.

Kepala Desa Sukamaju, Haris Sugiarto mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan kerugian akibat longsor tersebut. Penanganan juga terus dilakukan untuk mengantisipasi longsor susulan, termasuk pembersihan area tebing.

"BPBD sudah turun ke lokasi. Pohon-pohon di atas tebing juga mulai ditebang. Kami juga akan mengajukan bantuan ke berbagai pihak seperti BAZNAS dan Dinas Sosial," ujar Haris.

Ia mengapresiasi kesigapan warga dan aparat yang cepat merespons kejadian tersebut, sehingga dampak yang lebih besar dapat dicegah.

"Begitu ada laporan, Pak RT langsung bergerak. Staf desa, BPBD, Polsek, hingga Damkar semua turun. Ambulans juga langsung membawa korban ke rumah sakit. Alhamdulillah semua pihak sigap membantu," pungkasnya.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads