Sekilas, deretan bangunan di Leinster Gardens, tepatnya di nomor 23-24, Bayswater, Inggris, tampak seperti rumah-rumah klasik khas London. Fasad putih bertingkat dengan balkon elegan berjajar rapi, menciptakan pemandangan yang nyaris sempurna.
Namun, di antara deretan bangunan tersebut, terselip sebuah kejanggalan.
Jika diperhatikan lebih dekat, salah satu 'rumah' di sana menunjukkan tanda-tanda yang tidak biasa. Jendelanya tampak tertutup kertas, pintunya tidak memiliki celah untuk dibuka, dan bagian atapnya tidak dilapisi genteng seperti bangunan lain di sekitarnya. Dari depan, bangunan itu terlihat meyakinkan-tetapi sesungguhnya bukan rumah sungguhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir detikProperti, bangunan tersebut hanyalah fasad atau muka rumah palsu setinggi lima lantai yang dirancang menyerupai bangunan di sekitarnya. Balkon, kolom, hingga ornamen dekoratif dibuat serupa agar menyatu dengan lingkungan sekitar.
Rahasia sebenarnya baru terungkap jika seseorang melihat dari sisi belakang. Di balik "rumah" itu, terbentang jalur London Underground yang menghubungkan Stasiun Paddington dan Bayswater. Jalur ini merupakan bagian dari lintasan District dan Circle Line yang dibangun sejak 1860-an.
Pada masa itu, sistem kereta bawah tanah masih menggunakan lokomotif uap. Jalurnya dibangun dengan metode cut and cover, teknik konstruksi terowongan tertua yang dilakukan dengan menggali parit terbuka, memperkuat dinding, lalu menutup bagian atasnya agar dapat menopang bangunan di atas.
Karena metode ini, sebagian jalur tidak sepenuhnya tertutup, sehingga diperlukan ruang terbuka untuk pembuangan asap dari lokomotif. Untuk itulah dua rumah yang sebelumnya berdiri di lokasi tersebut dibongkar pada 1868, guna memberi ruang ventilasi bagi kereta.
Sebagai gantinya, dibangunlah fasad rumah palsu untuk menutupi jalur terbuka tersebut. Warga sekitar kala itu meminta agar dinding penutup tidak dibuat polos, melainkan disamarkan menyerupai rumah lengkap dengan pintu dan jendela palsu, agar tidak merusak estetika kawasan.
Selain menjaga tampilan lingkungan tetap harmonis, dinding tinggi tersebut juga berfungsi menyamarkan asap tebal yang dahulu kerap keluar setiap kereta melintas.
Kini, seiring penggunaan kereta modern yang lebih ramah lingkungan, fungsi tersebut tidak lagi relevan. Namun, "rumah palsu" itu tetap berdiri kokoh, menyatu dengan deretan bangunan di sekitarnya.
Di bagian belakang, dinding tambahan setinggi lebih dari dua meter juga dibangun sebagai pengaman, mencegah orang jatuh atau masuk ke jalur rel aktif.
Artikel ini sudah tayang di detikProperti
(aqi/dir)











































