Sebanyak 18 calon jemaah haji asal Kota Sukabumi dipastikan berangkat ke Tanah Suci pada 2026. Jumlah ini turun drastis dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Sukabumi, Apipudin mengatakan, penurunan terjadi akibat penyesuaian kuota haji di tiap daerah. Tahun ini, Kota Sukabumi hanya mendapat jatah 35 orang. Namun calon jemaah haji yang berangkat pun tak sampai memenuhi kuota.
"Yang kemungkinan berangkat hampir pasti, sekitar 95 sampai 100 persen, hanya 18 orang dari total kuota 35," kata Apipudin, Jumat (10/4/2026).
Ia menjelaskan, dari total kuota tersebut, 14 orang belum melunasi biaya haji. Sementara dari 21 orang yang sudah melunasi, dua di antaranya mutasi ke Kota Bogor dan satu jemaah masuk dari Jawa Tengah.
"Jadi tersisa 20 orang, tapi ada dua orang (suami-istri) menunda keberangkatan, sehingga totalnya menjadi 18 jemaah," ujarnya.
Persiapan keberangkatan, lanjut Apipudin, sudah dilakukan melalui sejumlah tahapan, termasuk manasik haji. Manasik tingkat kecamatan digelar pada 11-14 Februari 2026 di KUA masing-masing, lalu dilanjutkan manasik tingkat kota pada 2 April 2026.
Dalam waktu dekat, para jemaah juga akan menjalani vaksinasi polio dan meningitis yang dijadwalkan pada 11 April. Selain itu, pembinaan Ketua Rombongan (Karom) dan Ketua Regu (Karu) juga tengah berlangsung di Asrama Haji Indramayu.
Rencananya, jemaah akan diberangkatkan pada Kamis, 7 Mei 2026, masuk gelombang kedua dalam Kloter 13 JKS. Mereka akan bergabung dengan jemaah dari Kabupaten Sukabumi dan Kota Bekasi.
"Masuk gelombang kedua, jadi ke Mekkah dulu baru ke Madinah. Diperkirakan kembali ke tanah air 17 Juni 2026," tuturnya.
Dia mengatakan, para calon jemaah haji yang berangkat tahun ini rata-rata telah menunggu antrean selama 12-13 tahun. Jemaah tertua berusia 85 tahun atas nama Nurlaela, sementara yang termuda berusia 18 tahun, Aliyyah Nabillah Puteri.
Selain itu, empat petugas turut diberangkatkan untuk mendampingi jemaah, terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, serta dua tenaga kesehatan.
"Kesehatan jemaah jadi perhatian utama selama di sana," katanya.
Apipudin juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik, mengingat cuaca di Arab Saudi diprediksi lebih panas. "Ibadah haji itu 95 persen mengandalkan fisik. Jadi jemaah harus menjaga kesehatan, olahraga, dan pola makan," ujarnya.
Simak Video "Suasana Masjidil Haram saat Salat Jumat Terakhir Jelang Puncak Haji"
(dir/dir)