Serangan Israel di Lebanon Memanas, Pakistan Angkat Suara

Serangan Israel di Lebanon Memanas, Pakistan Angkat Suara

Novi Christiastuti - detikJabar
Jumat, 10 Apr 2026 22:30 WIB
BEIRUT, LEBANON - APRIL 8: Rescue workers search for people after an Israeli attack hit a residential building in the Corniche al Mazraa neighborhood on April 8, 2026 in Beirut, Lebanon. Israel has stepped-up its attacks on Lebanon following President Donald Trumps announcement of a two-week ceasefire agreement between the US and Iran. Israel says it will observe the ceasefire with Iran but insists Lebanon was not included in the deal, and has since launched the largest coordinated strike on Hezbollah targets since the resumption of the cross-border war on March 2. Iran and Pakistan - which has been coordinating peace talks - have said that the ceasefire included Lebanon, while US President Donald Trump has said Lebanon is a separate skirmish, and not part of the deal. (Photo by Daniel Carde/Getty Images)
Serangan Israel ke Lebanon Meningkat Meski Ada Gencatan Senjata AS-Iran. Foto: Getty Images/Daniel Carde
Jakarta -

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif, menyebut serangan militer Israel di Lebanon sebagai bentuk genosida. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya intensitas serangan udara Israel dan berlangsungnya upaya diplomatik di Islamabad.

Asif, seperti dilansir Press TV dan Anadolu Agency, Jumat (10/4/2026), secara terbuka mengkritik tindakan Israel yang terus melanjutkan operasi militernya, meskipun terdapat kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi Pakistan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Israel itu jahat dan kutukan bagi umat manusia, sementara perundingan damai sedang berlangsung di Islamabad, genosida sedang dilakukan di Lebanon," sebut Asif dalam pernyataan via media sosial X, pada Kamis (9/4) malam.

Ia menambahkan bahwa serangan Israel terus menargetkan warga sipil di sejumlah wilayah konflik.

ADVERTISEMENT

"Warga sipil tidak bersalah dibunuh oleh Israel, pertama Gaza, kemudian Iran, dan sekarang Lebanon, pertumpahan darah terus berlanjut tanpa henti," kecamnya.

Lebih lanjut, Asif menggambarkan Israel sebagai "negara kanker" yang menurutnya membawa dampak destruktif bagi kawasan Timur Tengah. Ia menilai keberadaan Israel memicu ketidakstabilan yang meluas, tidak hanya di kawasan, tetapi juga di tingkat global.

Dalam pernyataan yang sama, Asif juga menyampaikan harapannya terhadap pihak-pihak yang dinilai bertanggung jawab atas pembentukan Israel.

"Saya berharap dan berdoa agar orang-orang yang menciptakan negara kanker ini di tanah Palestina, yang bertujuan untuk menyingkirkan orang-orang Yahudi di Eropa, terbakar di neraka," tulisnya.

Pernyataan tersebut muncul seiring meningkatnya serangan udara Israel di Lebanon sejak Rabu (8/4). Serangan itu dilaporkan menewaskan sedikitnya 303 orang dan melukai 1.150 orang lainnya.

Padahal, sebelumnya telah diumumkan gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran, yang dimediasi oleh Pakistan. Pemerintah Pakistan menegaskan bahwa kesepakatan tersebut mencakup wilayah Lebanon, dan Iran juga menyampaikan hal serupa.

Namun, Israel bersama sekutu dekatnya, Amerika Serikat, membantah bahwa gencatan senjata itu berlaku di Lebanon.

Hingga kini, upaya diplomatik terkait gencatan senjata masih terus berlangsung di Islamabad, dengan Pakistan berperan sebagai mediator utama dalam perundingan tersebut.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini.

(nvc/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads