Fakta Tol Cisumdawu dan Update Penanganan Retakan di KM 207

Shifa Lupiah Ajijah - detikJabar
Kamis, 09 Apr 2026 16:00 WIB
Petugas saat mempersiapkan sarana untuk melakukan contra flow di Tol Cisumdawu. (Foto: Dwiky Maulana Vellayati)
Sumedang -

Perjalanan melintasi Jawa Barat kini memberikan alternatif akses baru sejak beroperasinya Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan atau Cisumdawu. Jalur sepanjang 61,6 kilometer ini telah berfungsi penuh setelah melalui masa pembangunan yang cukup panjang. Namun, saat ini tol tersebut dilaporkan mengalami retakan akibat pergerakan tanah yang tengah ditangani secara intensif di KM 207.

Berikut beberapa fakta terkait Jalan Tol Cisumdawu dan kabar terbaru mengenai penanganan retakan di KM 207 yang dihimpun detikJabar.

Fakta Pembangunan Tol Cisumdawu

Tol sepanjang 61,6 km ini diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam seremoni yang dipusatkan di terowongan kembar (twin tunnel), tepatnya di ruas KM 169, Desa Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Masa pembangunan tol ini mencapai 12 tahun. Awalnya, Tol Cisumdawu dibangun bersamaan dengan proyek Bandara Kertajati. Namun, karena kendala pembebasan lahan, pembangunan Bandara Kertajati rampung lebih dahulu.

Proyek yang berjalan selama belasan tahun ini menghabiskan biaya sebesar Rp 18,3 triliun. Saat meresmikan tol tersebut, Presiden Joko Widodo menekankan bahwa Rp 9,07 triliun di antaranya berasal dari anggaran pemerintah (APBN), sementara sisanya dikelola melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Dilansir dari laman resmi Kementerian Pekerjaan Umum, terdapat sejumlah fakta mengenai Tol Cisumdawu:

Tol Pertama dengan Terowongan di Indonesia

Tol Cisumdawu mencatatkan sejarah sebagai jalan tol pertama di Indonesia yang memiliki terowongan kembar (twin tunnel). Terletak di ruas KM 169, Desa Rancakalong, terowongan sepanjang 472 meter ini memiliki diameter 14 meter.

Memiliki Pemandangan yang Indah

Bagi pelintas, perjalanan di ruas ini menyuguhkan panorama lembah yang diapit tiga gunung, yakni Gunung Tampomas, Manglayang, dan Patuha. Terdapat pula banyak overpass (jalan layang) yang menghubungkan permukiman warga guna mengintegrasikan aksesibilitas serta mobilitas masyarakat setempat.

Akses Utama ke Bandara Kertajati

Tol Cisumdawu memangkas waktu tempuh menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka secara signifikan. Sebelumnya, perjalanan dari Bandung membutuhkan waktu sekitar 3 jam melalui jalur arteri. Kini, perjalanan dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar 1 jam.

Memiliki Tujuh Simpang Susun

Kelancaran arus lalu lintas didukung oleh tujuh simpang susun (SS), yakni SS Cileunyi, SS Rancakalong, SS Sumedang, SS Cimalaka, SS Legok, SS Ujung Jaya, dan berakhir di SS Dawuan. Infrastruktur ini diproyeksikan menjadi penopang ekonomi utama bagi masyarakat Sumedang dan sekitarnya.

Update Penanganan Retakan di KM 207

Sebagai jalur konektivitas, kondisi alam di wilayah Sumedang memberikan tantangan tersendiri. Berdasarkan informasi yang dihimpun detikJabar, dilaporkan terjadi pergerakan tanah di KM 207+300 arah Bandung menuju Cirebon. Tim teknis mengidentifikasi retakan aspal sepanjang 80 meter dengan kedalaman mencapai 2 meter di titik tersebut.

Direktur Teknik PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT), Agustinus, menjelaskan bahwa retakan dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Sumedang serta kondisi geografis yang merupakan area perbukitan.

"Retakan ini kami identifikasi berakibat karena curah hujan dengan intensitas tinggi. Memang ada beberapa faktor, seperti hujan, atau memang di situ wilayah yang cukup tinggi," ujar Agustinus, Selasa (7/4/2026).

Selain faktor cuaca, potensi gangguan pada sistem drainase juga diduga menjadi penyebab terjadinya pergeseran tanah. Agustinus menyampaikan, pihaknya segera mengecek fungsi drainase di area tersebut sebagai langkah mitigasi awal.

"Langkah ini kami lakukan untuk memastikan fungsi drainase berjalan optimal. Dengan penanganan yang telah dilakukan, waktu 4 April Tol Cisumdawu atas diskresi Kepolisian, main road Kilometer 194 A dilakukan penutupan dan pengalihan kendaraan dari Bandung menuju Cirebon untuk dapat keluar di Gerbang Tol Paseh," katanya.

Penanganan jangka pendek lainnya meliputi pemasangan rambu peringatan, pengurangan batas kecepatan, serta pengisian retakan dengan material aspal. Area retakan juga ditutup menggunakan terpal khusus agar air hujan tidak merembes dan menambah beban pada timbunan tanah.

Strategi Jangka Panjang

Untuk menjamin keamanan infrastruktur, PT CKJT tengah melakukan langkah teknis komprehensif, mulai dari pengukuran topografi, penyelidikan tanah, hingga pemasangan instrumentasi inklinometer guna memantau kedalaman bidang longsoran secara presisi.

Perbaikan permanen direncanakan menggunakan metode bore pile dengan kedalaman 30 meter di sepanjang 100 meter area terdampak.

"Penanganan jangka panjang juga direncanakan menggunakan bore pile dengan kedalaman sekitar 30 meter, sepanjang kurang lebih 100 meter. Seluruh proses evaluasi dan perbaikan dilakukan sesuai dengan standar teknis dan prosedur keselamatan yang berlaku," jelas Agustinus.

Adanya Rekayasa Lalu Lintas

Seiring proses perbaikan, pihak Kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow di jalur B (arah Bandung) mulai dari KM 206+125 hingga KM 208+200.

Kanit PJR Tol Cisumdawu, Iptu Deny Ruchyat, menyatakan bahwa pelaksanaan contraflow ini diprediksi akan berlangsung selama tiga hingga empat bulan ke depan. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika teknis dan kondisi cuaca di lapangan.

Pelaksanaan rekayasa lalu lintas dengan skema contraflow tersebut mulai diberlakukan pada Rabu (8/4/2026) pagi pukul 10.30 WIB.

Meski demikian, Agustinus menegaskan bahwa ruas Tol Cisumdawu KM 207 A saat ini masih dalam kondisi aman dan laik dilalui, menyusul kejadian retak sliding pada KM 207+300 sampai dengan KM 207+400.

Seluruh jenis kendaraan tetap diizinkan melintas. Pengguna jalan diimbau untuk tetap waspada, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, dan menjaga kecepatan kendaraan saat memasuki titik perbaikan.




(iqk/iqk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork