Dua rumah di Dusun Ciranggon, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, tertimpa tanah longsor pada Rabu (8/4/2026) malam. Seorang warga tertimbun dan hingga kini belum ditemukan.
Peristiwa nahas itu dialami oleh Pepen Supendi (60), pemilik rumah tersebut. Selain Pepen, terdapat tiga orang lainnya yang menjadi korban, namun mereka berhasil diselamatkan dan telah dilarikan ke RSUD Umar Wirahadikusumah Sumedang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiga orang sudah kita larikan ke rumah sakit, tinggal satu lagi yang masih tertimpa, masih tertimbun, ya, dan dalam pencarian. Jadi, ada dua rumah terdampak," kata Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila, di Cadas Pangeran Sumedang.
Fajar mengungkapkan, berdasarkan keterangan warga, saat kejadian korban yang merupakan pensiunan RSUD Sumedang ini tengah tertidur. Namun, lanjut dia, intensitas hujan yang tinggi memicu longsor yang langsung menimpa kediaman korban.
"Jadi waktu kejadian Pak Pepen ini sedang tidur. Kondisinya sedang hujan. Jadi kemarin kita sudah mitigasi sebelumnya, dan kebetulan di zona tersebut sebenarnya belum masuk zona merah," katanya.
Petugas menghentikan sementara proses pencarian korban yang masih tertimbun. Hal itu disebabkan petugas mengalami kendala kontur tanah di lokasi kejadian yang belum stabil serta masih berpotensi terjadi longsor susulan. Pencarian rencananya akan dilanjutkan pada Kamis (9/4/2026) pagi.
"Sampai sekarang belum ditemukan, dari habis Magrib masih pencarian. Yang kami takutkan, ketika dipaksa untuk melakukan pencariannya lebih dalam, kondisi tanahnya belum stabil ditakutkan ada longsor susulan," ucap Fajar.
Proses pencarian korban melibatkan petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, hingga Basarnas. Sementara itu, longsor juga menimpa kandang kambing milik korban. Dari total 10 ekor kambing, sembilan ekor tertimbun material longsor, sementara satu ekor berhasil selamat.
(iqk/iqk)










































