Perkembangan Bocah Tasikmalaya yang Sempat Dipatuk Ular Weling

Round-Up

Perkembangan Bocah Tasikmalaya yang Sempat Dipatuk Ular Weling

Tim detikJabar - detikJabar
Kamis, 09 Apr 2026 08:30 WIB
Ilustrasi ibu dan anak tidur di tikar dan diintai ular.
Ilustrasi ibu dan anak tidur di tikar dan diintai ular. (Foto: Gemini AI)
Jakarta -

Seorang bocah berinisial DK (12), warga Kampung Borolong, Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, terlelap di lantai ruang tengah bersama ibunya. Namun tanpa disadari, seekor ular weling masuk ke dalam rumah dan mengubah segalanya.

Dalam kondisi tidur, DK dipatuk ular berbisa tersebut. Serangan itu baru diketahui setelah korban merasakan dampaknya. Kini, lebih dari sepekan sejak kejadian Minggu (29/3), DK masih berjuang di ruang ICU RSUD KHZ Musthafa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tengah kondisi yang sempat kritis, secercah harapan mulai terlihat. Direktur RSUD KHZ Musthafa, Eli Hendalia, menyebut kondisi DK perlahan membaik, bahkan ia sudah bisa merespons dengan melambaikan tangan.

"Alhamdulillah pasien sudah ada perbaikan. Dia sudah bisa merespons. Tadi saat ayahnya melambaikan tangan dari luar kaca, dia membalas dengan mengangkat tangannya. Kami sangat senang," ujarnya, Rabu (8/4/2026).

ADVERTISEMENT

Meski menunjukkan respons positif, perjuangan DK masih panjang. Ia tetap harus menjalani perawatan intensif, termasuk terapi antibisa dalam jumlah besar.

"Total sudah 56 vial antivenom yang diberikan sampai hari ini. Menurut dokter dari Bandung, jumlah itu setara dengan kebutuhan stok untuk seluruh Jawa Barat dalam satu bulan," jelas dr. Eli.

Dalam sehari, DK bahkan membutuhkan lima hingga sepuluh vial antibisa. Kebutuhan besar ini membuat pihak rumah sakit harus bekerja ekstra, termasuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat untuk memastikan ketersediaan obat.

Di sisi lain, ular weling yang mematuk DK kini sudah tidak lagi menjadi ancaman setelah warga berhasil menemukannya dan mematikannya. Ular itu memiliki ukuran cukup besar dengan panjang 1,5 meter.

"Sudah ditangkap warga, dipukul sampai mati. Ada sebesar jempol kaki, panjangnya 1,5 meter," kata Andis Kuswara, ayah korban.

Peristiwa ini juga mengundang perhatian pemerintah daerah. Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Alayubi, turut menjenguk korban dan memastikan penanganan berjalan maksimal.

"Kami berupaya agar pasien mendapatkan pelayanan terbaik dan keluarga tidak terbebani biaya. Ini bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat," ujarnya.

(bba/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads