Antisipasi Bandung Tangani Isu Kebocoran Data Kependudukan

Antisipasi Bandung Tangani Isu Kebocoran Data Kependudukan

Rifat Alhamidi - detikJabar
Rabu, 08 Apr 2026 17:00 WIB
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.
Wali Kota Bandung Farhan (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar).
Bandung -

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan merespons isu kebocoran jutaan data kependudukan. Ia menyatakan, kondisi itu tetap harus diantisipasi demi mencegah munculnya penyalahgunaan atas data tersebut.

Sebagaimana diketahui, akun X (Twitter) bernama VECERT Analyzer menyampaikan pengumuman mengejutkan di media sosial. Akun tersebut menyatakan bahwa jutaan data kependudukan warga Kota Bandung diduga dibobol dan berpotensi disalahgunakan kelompok peretas atau hacker 'Petrusnism'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk kebocoran data, saya khawatir ini terjadi di pusat, karena juga terjadi di beberapa kota lain," katanya, Rabu (8/4/2026).

"Antisipasi yang kita lakukan adalah memastikan bersama pemerintah kota lain dan pusat data nasional, agar tidak terjadi penyalahgunaan. Selain itu, kita juga bekerja sama dengan kepolisian untuk memastikan siapa pun yang membocorkan data segera ditindak," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Peringatan tersebut disampaikan VECERT Analyzer pada 29 Maret 2026. Akun tersebut memperingatkan bahwa tindakan ini bisa berdampak serius karena berkaitan dengan dokumen kependudukan warga Kota Bandung.

Saat ini, Pemkot Bandung, kata Farhan, sebisa mungkin berupaya mencegah penyalahgunaan di tengah isu kebocoran data secara digital. Di sisi lain, Pusat Data Nasional (PDN) pun diharapkan bisa menjamin keamanan data tersebut.

"Penguatan yang dilakukan adalah memastikan bahwa kita tidak menyimpan data. Kita hanya mengumpulkan, lalu menyerahkannya ke pusat data nasional," ungkapnya.

"Sebagai pengumpul, kita punya kewajiban memastikan bahwa saat pengumpulan, masyarakat yang menyerahkan data dalam kondisi sadar dan bersedia," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Respons Kemkomdigi soal Dugaan Kebocoran Data di Belasan Universitas"
[Gambas:Video 20detik]
(ral/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads