Rincian 10 Tuntutan Iran yang Bikin Trump Tunda Serangan

Kabar Internasional

Rincian 10 Tuntutan Iran yang Bikin Trump Tunda Serangan

Yulida Medistiara - detikJabar
Rabu, 08 Apr 2026 13:28 WIB
Presiden AS Donald Trump
Presiden AS Donald Trump Foto: DW (News)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima proposal 10 poin dari Iran sebagai dasar untuk membuka jalur negosiasi guna mengakhiri konflik yang tengah berlangsung.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui akun media sosial pribadinya, sebagaimana dilaporkan Tasnim News Agency dan BBC, Rabu (8/4/2026). Ia menyebut proposal tersebut berpotensi menjadi fondasi yang kuat bagi perundingan damai.

"Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran dan saya yakin ini dapat menjadi dasar yang dapat diandalkan untuk negosiasi," ujar Trump melansir detikNews.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proposal yang diajukan Iran mencakup sejumlah tuntutan strategis, mulai dari penarikan pasukan militer AS dari kawasan, pencabutan sanksi ekonomi, hingga kompensasi atas kerusakan akibat konflik. Selain itu, Iran juga meminta pengakuan atas kendalinya terhadap Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

Secara rinci, berikut poin-poin utama dalam proposal tersebut:

1. Komitmen AS untuk menjamin prinsip non-agresi

2. Pengakuan atas kontrol Iran terhadap Selat Hormuz

3. Penerimaan hak Iran dalam pengayaan uranium

4. Pencabutan seluruh sanksi utama

5. Penghapusan sanksi sekunder

6. Pengakhiran resolusi Dewan Keamanan PBB terkait Iran

7. Pengakhiran resolusi Dewan Gubernur IAEA

8. Pembayaran kompensasi atas kerusakan yang dialami Iran

9. Penarikan pasukan tempur AS dari kawasan

20. Penghentian konflik di seluruh front, termasuk di Lebanon

Sebelumnya, Trump juga sempat menangguhkan rencana serangan terhadap Iran selama dua pekan, dengan syarat Iran membuka akses di Selat Hormuz. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya memberi ruang bagi tercapainya kesepakatan damai.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun X Gedung Putih, Trump menyatakan bahwa sejumlah tujuan militer telah tercapai dan kedua pihak kini berada di ambang kesepakatan jangka panjang.

Ia bahkan menyebut sebagian besar perbedaan antara kedua negara telah menemukan titik temu, dan optimistis kesepakatan penuh dapat tercapai dalam waktu dekat.

"Kami telah memenuhi dan bahkan melampaui semua tujuan militer, serta sudah sangat dekat dengan tercapainya kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah," ujarnya.

Perkembangan ini membuka peluang baru bagi meredanya ketegangan di kawasan Timur Tengah, meski proses negosiasi masih akan menentukan arah akhir dari kesepakatan tersebut.

Artikel ini sudah tayang di detikNews




(yld/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads