Reaksi Israel soal Kesepakatan Gencatan Senjata AS dan Iran

Kabar Internasional

Reaksi Israel soal Kesepakatan Gencatan Senjata AS dan Iran

Novi Christiastuti - detikJabar
Rabu, 08 Apr 2026 12:51 WIB
Benjamin Netanyahu
Benjamin Netanyahu (Foto: Dok. Reuters | GPO).
Jakarta -

Pemerintah Israel akhirnya buka suara menanggapi kesepakatan gencatan senjata dua minggu antara sekutu dekatnya, Amerika Serikat (AS), dengan Iran. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan dukungannya atas langkah Presiden AS Donald Trump yang menangguhkan serangan udara ke Teheran.

Langkah gencatan senjata ini bukan tanpa syarat. Penangguhan bom oleh AS dilakukan dengan imbalan pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran. Jalur perairan ini merupakan urat nadi pasokan minyak dan gas global yang sempat lumpuh akibat eskalasi perang.

"Israel mendukung keputusan Presiden Trump untuk menangguhkan serangan selama dua minggu dengan syarat Iran segera membuka selat dan menghentikan semua serangan terhadap AS, Israel, dan negara-negara di kawasan," demikian pernyataan resmi kantor Netanyahu, seperti dilansir AFP, Rabu (8/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya soal serangan fisik, Tel Aviv juga menaruh harapan besar pada diplomasi Washington agar Iran benar-benar melucuti ancaman strategisnya di masa depan.

ADVERTISEMENT

"Israel juga mendukung upaya-upaya AS untuk memastikan bahwa Iran tidak lagi memberikan ancaman nuklir, rudal, dan teror bagi Amerika, Israel, dan negara-negara tetangga Arab yang menjadi tetangga Iran, dan dunia," imbuh pernyataan tersebut.

Respons resmi dari kantor PM Israel ini muncul hanya berselang empat jam setelah Trump mengumumkan kesepakatan tersebut melalui media sosial Truth Social pada Selasa (7/4) malam waktu setempat.

Pihak Israel mengaku telah mendapatkan jaminan dari Gedung Putih bahwa kepentingan keamanan mereka akan tetap menjadi prioritas utama dalam meja perundingan mendatang.

"Amerika Serikat telah memberitahu Israel bahwa mereka berkomitmen untuk mencapai tujuan-tujuan ini, yang dipegang bersama oleh AS, Israel, dan sekutu regional Israel, dalam negosiasi yang akan datang," sebut kantor PM Israel.

Namun, ada satu poin krusial yang memicu perdebatan. Meski Pakistan selaku mediator menyebut gencatan senjata ini mencakup wilayah yang lebih luas, Israel justru bersikap sebaliknya terkait keterlibatan Hizbullah.

Kantor Netanyahu menegaskan bahwa kesepakatan damai sementara ini tidak berlaku bagi wilayah Lebanon, yang hingga kini masih menjadi basis kekuatan kelompok pro-Iran tersebut.

"Gencatan senjata dua minggu tersebut tidak mencakup Lebanon," tegas pernyataan tersebut.

Artikel ini sudah tayang di detikNews, baca selengkapnya di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Israel Gempur Lebanon, 112 Orang Tewas-837 Luka-luka"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads