Purnatugas, ASN di Tasikmalaya Wajib Lepas Burung dan Tanam Pohon

Purnatugas, ASN di Tasikmalaya Wajib Lepas Burung dan Tanam Pohon

Deden Rahadian - detikJabar
Senin, 06 Apr 2026 13:00 WIB
Prosesi purna tugas ASN di Kabupaten Tasikmalaya
Prosesi purnatugas ASN di Kabupaten Tasikmalaya (Foto: Deden Rahadian/detikJabar)
Tasikmalaya -

Prosesi purnatugas puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, berlangsung berbeda pada Senin (6/4). Apel besar tersebut dihadiri Kepala Badan Kepegawaian Negara (Badan Kepegawaian Negara), Zudan Arif Fakrulloh di Lapangan Upacara Pemkab Tasikmalaya.

Keunikan terlihat dalam prosesi purnatugas. Seluruh ASN yang memasuki masa pensiun diwajibkan membeli burung dari pedagang serta menanam pohon. Burung kemudian dilepasliarkan sebagai simbol kepedulian terhadap alam dan keseimbangan ekosistem, sementara pohon ditanam sebagai bentuk kontribusi menjaga lingkungan.

"Saya menginisiasi ini yang juga selaras dengan program Pak Bupati Tasikmalaya dan Pak Wakil Bupati, di mana ada program Tasik Hejo. Maka saya yang juga hari ini purna bersama puluhan lainnya beli burung dan pohon untuk dilepasliarkan dan ditanam," kata mantan Kepala BKPSDM, Iing Farid Gozin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, sebanyak 637 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mendapatkan perpanjangan kontrak. Kebijakan ini menjawab keresahan terkait isu penghentian PPPK.

"Pada kesempatan ini dilepas ASN purnatugas termasuk Pak Kaban BKSDM. Tentu para purna ini tidak akan berhenti pengabdian hanya sebatas pakaian saja. Kembali di masyarakat juga tetap mengabdi," kata Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin.

ADVERTISEMENT

Dalam arahannya, Zudan Arif Fakrulloh meminta ASN untuk bekerja maksimal dalam melayani masyarakat serta membangun citra positif institusi.

"Coba ASN yang jongkok berdiri, kita harus branding diri kita sebagai aparatur yang kuat dan gigih melayani masyarakat. Bapak ibu branding diri, Pemkab Tasik supaya dikenal publik dengan baik," kata Zudan.

Ia juga mengapresiasi inovasi purnatugas yang dinilai berbeda dari daerah lain, terutama dengan kegiatan pelepasan burung dan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

"Hari ini saya temukan tiga yang perlu dikembangkan ke daerah lain. Pertama tanam pohon dan lepas burung dan berikan kebaikan untuk alam dan simpati kepada alam," ujarnya.

Zudan turut menyampaikan apresiasi atas perpanjangan kontrak PPPK di Kabupaten Tasikmalaya.

"Ketika daerah lain punya niat berhentikan PPPK maka Kabupaten Tasikmalaya justru perpanjang 637 PPPK, saya apresiasi," kata Zudan.

Ia juga menyinggung pelayanan kesehatan jemput bola sebagai bagian dari inovasi pelayanan publik.

"Ketiga pelayanan jemput bola bidang kesehatan cek kesehatan gratis," katanya.

Ke depan, Zudan berencana mereplikasi konsep purnatugas ASN tersebut ke daerah lain dengan pendekatan empat prinsip di BKN.

"Kalau baik silakan direplikasi kami kembangkan dengan empat K di BKN. Satu kemudahan harus mudah, kecepatan, kemanfaatan layanan harus manfaat, dan kebahagiaan. ASN harus bahagia," ucapnya.

Terkait kebijakan nasional, pemerintah pusat disebut belum menetapkan aturan penghapusan PPPK paruh waktu. Ia juga menyoroti efisiensi kebijakan work from home (WFH).

"Saya kira enggak (kalau PPPK sementara dihentikan). Nah kalau WFH berdasarkan pengalaman itu hemat anggaran transport karyawan sampai 92 ribu belum lagi listrik kantor itu hemat. Tapi kerja tetap maksimal kan tidak harus ke kantor jadi kerja cepat efektif," pungkasnya.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads