Penyebab Volume Kendaraan di Tol Bocimi Melonjak 5 Kali Lipat

Penyebab Volume Kendaraan di Tol Bocimi Melonjak 5 Kali Lipat

Siti Fatimah - detikJabar
Jumat, 03 Apr 2026 15:24 WIB
Kemacetan di Exit Tol Parungkuda Sukabumi.
Kemacetan di Exit Tol Parungkuda Sukabumi. (Foto: Siti Fatimah/detikJabar)
Sukabumi -

Volume kendaraan dari arah Jakarta dan Bogor yang keluar melalui Gerbang Tol (GT) Parungkuda, Tol Bocimi, melonjak lima kali lipat pada momen libur panjang, Jumat (3/4/2024). Lonjakan ini mengakibatkan ruas jalan nasional di kawasan Parungkuda hingga Cibadak, Kabupaten Sukabumi, tersendat akibat tak mampu menampung derasnya arus kendaraan.

Ribuan kendaraan yang terus mengalir dari GT Parungkuda membuat jalur arteri di Sukabumi kewalahan. Antrean panjang bahkan mengular hingga ke dalam ruas tol, tepatnya mencapai Km 72.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data kepolisian hingga pukul 13.00 WIB, sebanyak 6.825 kendaraan tercatat masuk ke wilayah Sukabumi melalui Gerbang Tol Parungkuda. Jumlah tersebut melonjak tajam hingga lima kali lipat dibandingkan hari normal yang rata-rata hanya sekitar 1.350 kendaraan.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Sukabumi Iptu M Yanuar Fajar menjelaskan bahwa kepadatan tak hanya dipicu tingginya volume kendaraan. Menurutnya, penyempitan jalur dari tiga lajur di dalam tol menjadi satu lajur di jalan arteri menjadi faktor utama terjadinya antrean.

ADVERTISEMENT

"Dari dalam tol itu tiga lajur, lalu menyempit jadi satu lajur saat keluar. Di situ terjadi bottleneck yang cukup parah," ujar Yanuar di Jalan Arteri Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.

Selain itu, hambatan di sepanjang jalur nasional turut memperburuk kondisi lalu lintas. Aktivitas masyarakat seperti pasar tumpah, rumah sakit, sekolah, hingga jam pulang karyawan pabrik di sepanjang Parungkuda-Cibadak ikut memicu perlambatan arus kendaraan.

Untuk mengurai kepadatan, Satlantas Polres Sukabumi menempatkan personel di sejumlah titik rawan kemacetan. Pengaturan lalu lintas dilakukan secara manual hingga rekayasa arus diterapkan agar kendaraan tetap bisa bergerak meski perlahan.

Polisi juga mengambil langkah diskresi dengan mengalihkan sebagian arus kendaraan. Sejak pukul 11.45 WIB, kendaraan dari arah Jakarta menuju Sukabumi sempat diarahkan keluar melalui Gerbang Tol Cigombong guna mengurangi beban di Parungkuda.

Di sisi lain, pengendara yang memahami jalur alternatif mulai diarahkan untuk memecah kepadatan di jalur utama. Kepadatan diperkirakan masih akan terjadi hingga Sabtu (4/4). Polisi pun mengimbau pengguna jalan tetap sabar dan menjaga keselamatan selama perjalanan.

"Patuhi rambu lalu lintas, jaga jarak aman, dan saling menghormati sesama pengguna jalan agar perjalanan tetap aman," tutupnya.

Sebelumnya, petugas Patroli Bocimi Maulana Farjal mengatakan bahwa peningkatan volume kendaraan mulai terjadi sejak pagi hari. Bahkan, antrean sempat mengular hingga Km 72 di dalam ruas Tol Bocimi.

"Iya betul, peningkatan volume kendaraan itu kurang lebih dimulai dari pukul 07.00 sampai 07.30 pagi. Berhubung sekarang weekend juga, Jumat-Sabtu-Minggu, maka volume kendaraan cukup tinggi. Antrean dari arah Jakarta menuju Sukabumi lumayan padat," ujar Maulana.

"Kita dari petugas sudah berupaya mengatur arus lalu lintas di lampu merah Parungkuda ini, termasuk yang masuk dan keluar tol supaya tetap kondusif. Untuk tadi ekor sampai Kilometer 72, mudah-mudahan makin siang makin terurai," jelasnya.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads