Kemunculan macan tutul di Kampung Gunung Mas RT 02/02, Desa Tugu Selatan, Kabupaten Bogor, bukanlah kejadian mendadak. Warga mengklaim tanda-tanda keberadaan kucing besar itu sudah terdeteksi sejak dua pekan terakhir.
Hadi (32), warga setempat, mengungkapkan jejak-jejak mencurigakan mulai ditemukan di sekitar permukiman. Warga bahkan sempat memasang perangkap, meski saat itu belum bisa memastikan jenis satwa yang berkeliaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pas dua minggu kemarin tuh ada jejak-jejak. Awalnya ada jejak-jejak. Ini perangkap udah standby di sini. Kita kira bukan macan gitu kan," ujar Hadi saat ditemui detikJabar di lokasi, Jumat (3/4/2026).
Situasi mencekam memuncak pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Hadi menyebut macan tutul tersebut nekat masuk hingga ke area dapur rumahnya.
"Pas malam kemarin tuh macan masuk ke dapur rumah saya. Itu lewat atas, itu jebol semua. Plafonnya udah jebol," katanya.
Sebelum akhirnya berhasil diamankan, satwa dilindungi tersebut diduga telah memangsa sejumlah ternak warga. Tak hanya ternak besar, hewan peliharaan seperti kucing pun turut menjadi sasaran.
"Banyak. Yang punya orang tua saya tuh semuanya habis. Tetangga, kucing juga semuanya habis," ucapnya.
Hadi menambahkan, konflik antara manusia dan satwa liar ini bukan pertama kalinya terjadi. Ia mengenang peristiwa serupa pada tahun 2000, saat seekor macan tutul juga memangsa ternak di wilayah yang sama.
"Yang dulu tahun 2000 pernah udah dapet tuh macan tutul. Itu juga sama, kambing habis semuanya ternak-ternak," tuturnya.
Begitu macan tutul tersebut masuk perangkap, warga segera melapor ke pihak berwenang. Tim medis dan evakuasi dari Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.
"Tuh ke Taman Safari. Langsung dikontak, dia datang langsung ke sini," kata Hadi.
Proses evakuasi berlangsung cukup teknis, petugas harus melakukan pembiusan terlebih dahulu sebelum memindahkan satwa dari area permukiman ke fasilitas konservasi.
Petugas Polhut BKSDA Jawa Barat menyatakan bahwa macan tutul tersebut merupakan penghuni asli kawasan hutan Gunung Mas. Sebagai langkah antisipasi, warga diimbau untuk tetap waspada dan menghindari aktivitas sendirian di wilayah yang berbatasan langsung dengan hutan.
(orb/orb)










































