Geger Macan Gunung Mas Turun ke Permukiman Warga Bogor

Round-up

Geger Macan Gunung Mas Turun ke Permukiman Warga Bogor

Tim detikJabar - detikJabar
Sabtu, 04 Apr 2026 10:00 WIB
Macan tutul terjerat di kawasan permukiman warga di Gunung Mas Bogor.
Macan tutul terjerat di kawasan permukiman warga di Gunung Mas Bogor. (Foto: Istimewa)
Bogor -

Ketenangan pagi warga Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Kabupaten Bogor, mendadak berubah tegang setelah seekor macan tutul dilaporkan terjerat di dekat area permukiman, Jumat (3/4/2026). Keberadaan satwa liar tersebut memicu kekhawatiran sekaligus rasa penasaran warga.

Macan tutul itu ditemukan di sekitar RT 02/02, tidak jauh dari GOR bulutangkis setempat. Informasi awal berasal dari laporan warga yang kemudian diteruskan kepada petugas berwenang.

Polisi Kehutanan (Polhut) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah Bogor, Dani Hamdani, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan tim langsung bergerak begitu menerima informasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Udah meluncur sama Taman Safari, ada laporan dari warga. Belum lama, laporan sekitar satu jam lalu," kata Dani.

Menurutnya, keterlibatan tim gabungan diperlukan untuk memastikan proses penanganan berjalan aman, baik bagi warga maupun satwa yang terjerat. Ia juga menegaskan, macan tutul tersebut diduga merupakan satwa liar yang hidup di kawasan sekitar Gunung Mas.

ADVERTISEMENT

"Diduga liar, tidak ada yang punya. Memang masih banyak di daerah sekitar Gunung Mas," ujarnya.

Hal senada disampaikan Manager Marcom Taman Safari Indonesia Bogor, Danang Wibowo. Ia menyebut pihaknya langsung mengerahkan tim setelah menerima permintaan bantuan.

"Ada permintaan ke Taman Safari ke Gunung Mas, tapi masih dicek di sebelah mana titiknya," ujar Danang.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi awal, satwa tersebut kemungkinan besar berasal dari habitat alaminya.

"Bisa dikonfirmasi, macan tutul asli daerah situ, kemungkinan liar," katanya.

Kemunculan macan tutul ini sendiri bukan peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba. Warga mengaku telah melihat tanda-tanda keberadaan satwa tersebut sejak dua pekan sebelumnya.

Muncul Jejak Mencurigakan

Macan tutul yang terjerat di Gunung Mas, Bogor.Macan tutul yang terjerat di Gunung Mas, Bogor. Foto: Andry Haryanto/detikJabar

Hadi (32), warga setempat, mengatakan jejak-jejak mencurigakan mulai ditemukan di sekitar kampung. Bahkan warga sempat memasang perangkap, meski belum mengetahui pasti jenis satwa yang berkeliaran.

"Pas dua minggu kemarin tuh ada jejak-jejak. Ini perangkap udah standby di sini. Kita kira bukan macan," ujarnya.

Dalam kurun waktu tersebut, sejumlah ternak warga dilaporkan hilang. Bahkan, hewan peliharaan seperti kucing juga menjadi sasaran.

"Yang punya orang tua saya tuh semuanya habis. Tetangga, kucing juga semuanya habis," ucapnya.

Peristiwa mencapai puncaknya pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, macan tutul dilaporkan masuk hingga ke dapur rumah warga.

"Pas malam kemarin tuh macan masuk ke dapur rumah saya. Itu lewat atas, peloponnya udah jebol," kata Hadi.

Tak lama setelah kejadian tersebut, macan tutul akhirnya terjerat. Warga pun segera berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut.

Tim gabungan dari BKSDA dan Taman Safari Indonesia kemudian melakukan evakuasi. Proses tersebut dilakukan secara hati-hati, termasuk melalui pembiusan yang harus disesuaikan dengan kondisi satwa.

"Kalau salah dosis bisa-bisa overdosis," ujar Dani, menegaskan pentingnya prosedur medis dalam evakuasi satwa liar.

Direktur Utama Taman Safari Indonesia, Aswin Sumampau, menyatakan penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan tim profesional.

"Taman Safari Indonesia menyampaikan bahwa tim Life Science, bersama dokter hewan, paramedik, dan kurator, telah dikerahkan ke lokasi untuk memberikan penanganan terbaik," ujarnya.

Ia menegaskan seluruh proses dilakukan sesuai prosedur dan dalam koordinasi dengan BKSDA sebagai otoritas berwenang.

"Seluruh proses evakuasi dan penanganan satwa dilaksanakan secara terkoordinasi bersama BKSDA Bogor, dengan mengacu pada ketentuan perlindungan satwa liar," katanya.

Saat ini, macan tutul tersebut telah berhasil dievakuasi dan ditempatkan di lokasi penanganan sementara. Kondisinya dilaporkan stabil, namun masih dalam pengawasan intensif.

"Satwa tengah menjalani observasi di bawah pemantauan tim medis dan konservasi. Kondisinya stabil dan terus dipantau," ujar Aswin.

Ke depan, penanganan lanjutan akan dilakukan melalui koordinasi dengan Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) serta Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP).

Sementara itu, warga diimbau untuk tetap waspada dan menghindari aktivitas sendirian di area yang berbatasan langsung dengan hutan, mengingat kawasan Gunung Mas masih menjadi habitat alami satwa liar tersebut.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads