Kecelakaan maut melibatkan dua unit truk terjadi di Jalan Raya Puncak, kawasan Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur pada Kamis (2/4/2026) pagi sekitar pukul 05.00 WIB.
Satu orang dilaporkan tewas dalam insiden yang diduga dipicu oleh rem blong tersebut. Berikut 5 fakta selengkapnya yang dirangkum detikJabar:
1. Ditabrak dari Belakang Saat Melintasi Turunan
Kecelakaan bermula saat truk bernopol F 8470 WR yang dikemudikan Suherlan (34) melaju pelan di kontur jalan menurun. Tiba-tiba, kendaraannya dihantam keras dari arah belakang oleh truk bernopol B 9072 CQD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sedang melaju dengan kecepatan rendah, karena kan jalannya menurun. Tapi tiba-tiba dari arah belakang ada truk yang menabrak," ujar Suherlan.
2. Dua Truk Terperosok ke Parit
Akibat kerasnya benturan dari arah belakang, truk yang dikemudikan Suherlan hilang kendali hingga masuk ke selokan. Nahas, truk penabrak juga ikut terperosok dengan kondisi kabin yang hancur.
"Saking tidak tertahannya, jadi truk saya masuk ke parit. Begitu keluar dari mobil, truk yang menabrak bagian belakang juga masuk ke parit dengan kondisi bagian kemudian yang hancur," ujar dia.
3. Diduga Kuat Akibat Rem Blong
Dugaan sementara, truk penabrak mengalami disfungsi rem (rem blong). Suherlan menyebut ada saksi mata lain yang melihat kepulan asap dari area ban truk penabrak sebelum insiden terjadi.
"Tadi ada pengendara yang berhenti saat kecelakaan. Dan menjelaskan kalau ada asal dari bagian ban truk yang menabrak saya. Jadi diduga truk tersebut mengalami rem blong," kata dia.
4. Satu Sopir Tewas di Tempat
Kanit Gakkum Satlantas Polres Cianjur Iptu Regina Adrilla Setiawan mengonfirmasi adanya korban jiwa akibat kecelakaan tersebut. Pengemudi truk penabrak yang bernama Dede (56) meninggal dunia.
"Korban jiwa ada satu orang yakni pengemudi truk yang belakang. Kemudian satu orang luka-luka yaitu kernetnya. Untuk truk yang di depan tidak mengalami luka," kata dia.
5. Polisi Dalami Penyebab Kecelakaan
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah kecelakaan maut ini murni karena faktor teknis kendaraan (rem blong) atau ada faktor human error.
"Untuk penyelidikan sementara, sopir tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya. Tapi terkait faktor lainnya masih kami telusuri," pungkas Regina.
(sya/dir)











































