Aktivitas pemasangan jaringan WiFi di Desa Ciseeng, Kecamatan Parung, Kamis (2/4/2026), mendadak terhenti. Tiang besi yang semula hendak ditegakkan justru menjadi perantara arus listrik setelah ujungnya menyentuh kabel bertegangan aktif. Dalam satu momen singkat, lima pekerja tersengat dan mengalami luka bakar.
Kapolsek Parung Kompol Maman Firmansyah membenarkan insiden tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di Jalan AMD Cibentang. Para korban diketahui merupakan pekerja dari vendor PT KKB yang tengah melakukan pemasangan infrastruktur jaringan.
"Benar telah terjadi insiden tersengat aliran listrik saat pemasangan tiang WiFi di wilayah Desa Ciseeng," kata Maman, dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maman menguraikan, kejadian bermula saat para pekerja mengangkat tiang berbahan logam. Tanpa jarak aman yang cukup, bagian ujung tiang menyentuh kabel listrik aktif yang melintang di atas lokasi pekerjaan.
"Peristiwa terjadi saat para pekerja mengangkat tiang berbahan besi, kemudian bagian ujung tiang tersebut menyentuh kabel listrik aktif sehingga mengakibatkan para pekerja tersengat arus listrik," ujarnya.
Sengatan itu membuat para pekerja terjatuh dan mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera memberikan bantuan dan membawa korban ke Puskesmas Ciseeng untuk penanganan awal.
Dari lima korban, dua orang harus dirujuk ke RS Citra Arafiq Sawangan karena membutuhkan perawatan lebih lanjut.
"Seluruh korban mengalami luka bakar dan sudah mendapat penanganan medis. Dua korban dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut," ucap Maman.
Pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian, disertai pemeriksaan saksi-saksi untuk mengurai kronologi secara detail. Polisi juga mendalami aspek keselamatan kerja serta perizinan kegiatan pemasangan tersebut.
"Langkah yang kami lakukan antara lain olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi-saksi, serta pendalaman terkait aspek keselamatan kerja dan perizinan," katanya.
Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung. Polisi memastikan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah seluruh proses pendalaman selesai dilakukan.
"Kami mengimbau agar seluruh pihak selalu memperhatikan standar keselamatan kerja guna mencegah kejadian serupa," tutur Maman.
(yum/yum)










































