Tergiur Upah Gede, 8 Warga Sukabumi-Banten Terlantar di Tambang Sulut

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Rabu, 01 Apr 2026 12:16 WIB
Sejumlah warga Sukabumi terlantar di Sulut (Foto: Istimewa).
Sukabumi -

Nasib pilu menimpa delapan orang perantau asal Jawa Barat dan Banten. Berniat mengadu nasib ke Sulawesi Utara (Sulut), mereka justru telantar selama sepekan terakhir.

Janji upah besar dari pekerjaan penggalian lubang tambang berakhir zonk. Tak hanya itu, mereka bahkan sempat tertipu tiket pesawat bodong saat hendak pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran.

Perwakilan warga, Dede Diana, menceritakan awal mula petaka tersebut. Rombongan yang mayoritas berasal dari wilayah Simpenan dan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi ini berangkat pada Juli 2025 lalu setelah diajak oleh seseorang asal Tasikmalaya.

"Awalnya diajak teman ke teman. Janjinya kerja di lobang (tambang) di wilayah Dumoga Selatan. Katanya per meter dibayar Rp 2,5 juta, tapi kenyataannya cuma Rp 1 juta," kata Dede saat dihubungi detikJabar melalui sambungan telepon, Rabu (1/4/2026).

Dede mengungkapkan, setibanya di lokasi, kesepakatan manis itu menguap begitu saja. Upah mereka dipotong sepihak. Tak hanya soal upah, urusan logistik yang awalnya dijanjikan gratis pun mendadak berubah menjadi utang yang memotong penghasilan mereka.

"Selama 7 bulan kerja, kirim ke rumah juga nggak stabil. Paling cuma bisa kirim Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Hitung-hitungannya habis buat makan yang ternyata jadi utang. Jadi kerja itu tidak menghasilkan, tidak sesuai janji," keluhnya.

Simak Video "Memuaskan Selera Makan Malam dengan Hidangan Khas Manado yang Lezat"


(sya/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork