Pilu Elvis Cs Jadi Korban Penipuan-7 Hari Terlantar di Bitung

Round-Up

Pilu Elvis Cs Jadi Korban Penipuan-7 Hari Terlantar di Bitung

Tim detikJabar - detikJabar
Kamis, 02 Apr 2026 08:30 WIB
Sejumlah warga Sukabumi terlantar di Sulut
Sejumlah warga Sukabumi terlantar di Sulut (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Niat hati mengadu nasib demi mengubah jalan hidup, delapan perantau asal Jawa Barat dan Banten justru terjebak dalam rentetan petaka di Sulawesi Utara (Sulut). Rombongan pekerja yang terdiri dari Elvis, Bian, Dian, Dede, Rahmat, Rahmadi, Ade, dan Asep ini kini telantar dan hidup luntang-lantung di wilayah Bitung.

Alih-alih membawa pulang tumpukan uang untuk merayakan Lebaran di kampung halaman, Elvis Cs ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Mereka menjadi korban penipuan kerja tambang, hingga gigit jari akibat tertipu tiket pesawat bodong saat hendak pulang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bencana yang menimpa Elvis Cs bermula pada Juli 2025 lalu. Mayoritas perantau yang berasal dari wilayah Simpenan dan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi ini tergiur ajakan seorang kenalan asal Tasikmalaya untuk bekerja sebagai penggali lubang tambang di Sulut.

Perwakilan rombongan, Dede Diana, mengungkap bahwa realitas di lapangan jauh dari kesepakatan awal. "Awalnya diajak teman ke teman. Janjinya kerja di lobang (tambang) di wilayah Dumoga Selatan. Katanya per meter dibayar Rp 2,5 juta, tapi kenyataannya cuma Rp 1 juta," kata Dede saat dihubungi detikJabar melalui sambungan telepon, Rabu (1/4/2026).

ADVERTISEMENT

Penderitaan bertambah saat janji fasilitas logistik gratis menguap dan justru dihitung sebagai utang yang memotong sisa upah mereka. "Selama 7 bulan kerja, kirim ke rumah juga nggak stabil. Paling cuma bisa kirim Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Hitung-hitungannya habis buat makan yang ternyata jadi utang. Jadi kerja itu tidak menghasilkan, tidak sesuai janji," keluhnya.

Niat Mudik Lebaran Malah Kena Tiket Bodong

Merasa tak ada harapan di lokasi tambang, Elvis dan kawan-kawan memutuskan untuk pulang kampung. Dengan sisa upah yang hanya Rp 1,5 juta per orang, mereka tergiur promosi tiket pesawat diskon 40 persen di sebuah aplikasi dan membayarnya melalui dompet digital.

Nahas, tiket seharga belasan juta rupiah tersebut ternyata palsu. Kenyataan pahit ini baru mereka sadari saat tiba di bandara pada Jumat pekan lalu. "Pas mau check-in jam 5 sore, ternyata nggak bisa. Kami bingung, akhirnya lapor ke Polsek Bandara. Benar-benar kena tipu tiket bodong," tutur Dede.

Kini, sudah sepekan penuh Elvis Cs telantar di wilayah Bitung. Upaya mencari pertolongan dari satu kantor polisi ke kantor polisi lainnya terasa buntu. Untuk sekadar bertahan hidup, mereka terpaksa mengandalkan uang puluhan ribu rupiah kiriman keluarga di kampung.

"Sudah 7 hari terlantar. Buat makan, ada yang minta kiriman dari rumah Rp 50 ribu buat makan bareng-bareng. Kami sempat lapor juga ke beberapa pihak tapi kayak bola dilempar-lempar," ungkapnya.

Di tengah situasi yang serba tak pasti, secercah harapan muncul dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Dede menyebut rombongannya sudah mendapat respons dan menanti janji pemulangan dalam waktu dekat. "Tadi pagi sudah ada kabar (dari Bupati), mudah-mudahan secepatnya kami bisa pulang," pungkasnya.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads