Komat-kamit Tanpa Suara Remaja Garut Usai Hilang di Gunung Guntur

Round Up

Komat-kamit Tanpa Suara Remaja Garut Usai Hilang di Gunung Guntur

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 01 Apr 2026 09:00 WIB
Gunung Guntur Garut.
Gunung Guntur Garut. (Foto: Hakim Ghani)
Garut -

Kejadian aneh kini sedang menimpa seorang remaja asal Tarogong Kaler, Garut berinisial MR (16). Dia tiba-tiba mengalami kondisi yang membingungkan setelah sempat dinyatakan hilang di kaki Gunung Guntur, Minggu (29/3) kemarin.

Sebelum ditemukan, MR diketahui mendaki Gunung Guntur bersama kakaknya, Ai, dan anakny Ai yang berusia 13 tahun. Mereka bertiga berencana untuk untuk mencari serangga tepat di perbukitan Sanghiang, Kampung Cimuncang, Desa Rancabango, Tarogong Kaler, Garut.

Perjalanan dimulai pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB. Serangga yang mereka cari pun rencananya akan digunakan untuk bahan kosmetik dan bahan obat tradisional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah berjalan sekitar 1 kilometer, pada pukul 12.00 WIB, rombongan tiba di sebuah perkebunan cabai milik warga di kawasan tersebut. Namun, di sepanjang perjalanan, MR sudah menunjukkan tanda-tanda yang mengherankan.

ADVERTISEMENT

Di sepanjang perjalanan, MR diketahui sudah melantur yang membuat suasana jadi mencekam. Bagaimana tidak, dia beberapa kali terdengar sempat membicarakan hantu, hingga membuat anak Ai ketakutan dan meminta untuk pulang.

Hingga kemudian, MR tiba-tiba terpisah dari dua saudaranya saat mencari serangga. Kedua saksi kemudian memutuskan untuk kembali ke permukiman karena tak kunjung menemukan keberadaan MR.

"Pada pukul 13.00 WIB, saksi memutuskan untuk kembali ke permukiman karena korban tidak kunjung ditemukan dan segera melaporkan ke pihak keluarga dan warga setempat untuk melakukan pencarian," ujar Kapolsek Tarogong Kaler Iptu Ate Ahmad Hermawan, Selasa (31/3/2026).

Lantaran tak kunjung ditemukan, sekitar pukul 20.30 WIB, pihak keluarga melaporkan kejadian ini ke Polsek Tarogong Kaler. Sekitar satu jam kemudian, personel gabungan TNI-Polri, BPBD, relawan, hingga masyarakat setempat melakukan pencarian.

Namun, sekitar pukul 22.15 WIB, petugas gabungan mendapati informasi bahwa korban telah ditemukan. Anehnya, korban ditemukan di kawasan Kampung Cipepe, Desa Mekargalih, yang lokasinya sangat jauh dari titik terakhir korban terlihat bersama saksi.

Lokasi ditemukannya korban bahkan berbeda wilayah kecamatan. Ate pun menjelaskan, menurut keterangan saksi, korban ditemukan dalam keadaan tanpa mengenakan pakaian sehelai pun.

"Ditemukan dengan kondisi bingung dan tidak memakai pakaian. Kemudian korban dibawa oleh kepala desa untuk diamankan ke kediamannya," ucap Ate.

Sebelum ditemukan di permukiman warga Cipepe, Tarogong Kidul, MR sempat terlihat linglung oleh seorang pemilik lahan di dekat perbukitan Sanghiang. Menurut warga tersebut, MR tampak bertatapan kosong hingga berbicara sendiri.

"Saksi dua juga menyatakan jika sepanjang perjalanan yang bersangkutan ini melantur. Banyak membahas hal mistis seperti hantu, sehingga menyebabkan saksi dua ingin pulang," ucap Ate.

Kendati sarat akan hal mistis, Ate menegaskan pihaknya tetap melakukan penyelidikan untuk mengetahui pasti penyebab korban menghilang hingga ditemukan jauh dari lokasi secara ilmiah.

"Sejak malam tadi personel kami masih melakukan pendampingan. Anggota masih melakukan penyelidikan," pungkasnya.



(ral/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads