Usai Hilang di Gunung Guntur Remaja di Garut Jadi Linglung

Usai Hilang di Gunung Guntur Remaja di Garut Jadi Linglung

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 31 Mar 2026 15:59 WIB
Gunung Guntur Garut.
Gunung Guntur Garut. (Foto: Hakim Ghani)
Garut -

Seorang remaja berinisial MR, warga Garut, ditemukan dalam kondisi linglung tanpa mengenakan pakaian di permukiman warga di Kampung Cipepe, Desa Mekargalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Minggu (29/3) malam. Sebelumnya, MR dilaporkan hilang saat mencari serangga di kawasan kaki Gunung Guntur bersama dua saudaranya.

Menurut Kapolsek Tarogong Kaler Iptu Ate Ahmad Hermawan, peristiwa bermula ketika MR bersama dua saudaranya berangkat menuju perbukitan Sanghiang, Kampung Cimuncang, Desa Rancabango.

"Mereka berniat untuk mencari serangga jenis tongeret yang diperuntukan untuk bahan kosmetik. Berangkat dari rumah hari Minggu sekitar jam 10.00 WIB," kata Ate kepada wartawan, Senin (30/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah berjalan sekitar satu kilometer, rombongan tiba di sebuah kebun cabai milik warga sekitar pukul 12.00 WIB. Namun, di lokasi tersebut MR terpisah dari dua saudaranya.

"Pada pukul 13.00 WIB, saksi memutuskan untuk kembali ke permukiman karena korban tidak kunjung ditemukan dan segera melaporkan ke pihak keluarga dan warga setempat untuk melakukan pencarian," ujar Ate.

ADVERTISEMENT

Karena belum ditemukan, keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tarogong Kaler sekitar pukul 20.30 WIB. Satu jam kemudian, tim gabungan dari TNI-Polri, BPBD, relawan, dan warga melakukan pencarian.

Sekitar pukul 22.15 WIB, petugas menerima informasi bahwa MR telah ditemukan. Namun, lokasi penemuan berada di Kampung Cipepe, Desa Mekargalih, yang berjarak cukup jauh dari titik awal hilangnya korban dan bahkan berada di kecamatan berbeda.

Ate menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, MR ditemukan dalam kondisi tidak mengenakan pakaian dan terlihat kebingungan.

"Ditemukan dengan kondisi bingung dan tidak memakai pakaian. Kemudian korban dibawa oleh kepala desa untuk diamankan ke kediamannya," ucap Ate.

Sebelum ditemukan, MR sempat terlihat oleh seorang pemilik lahan di sekitar perbukitan Sanghiang. Saat itu, MR tampak linglung, menatap kosong, dan berbicara sendiri.

"Saksi dua juga menyatakan jika sepanjang perjalanan yang bersangkutan ini melantur. Banyak membahas hal mistis seperti hantu, sehingga menyebabkan saksi dua ingin pulang," ucap Ate.

Meski keterangan saksi mengarah pada hal-hal mistis, pihak kepolisian menegaskan penyelidikan tetap dilakukan secara ilmiah untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.

"Sejak malam tadi personel kami masih melakukan pendampingan. Anggota masih melakukan penyelidikan," pungkas Ate.

Sementara itu, pihak keluarga bersama aparat desa berencana membawa MR ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lanjutan.

"Benar, informasinya akan dibawa ke puskesmas dan akan diperiksa kondisi kesehatan serta kejiwaannya,"ucap Ate kepada wartawan, Selasa (31/3/2026).

Ate menambahkan, kondisi MR saat ini belum memungkinkan untuk dimintai keterangan secara jelas karena masih sering berbicara tidak nyambung.

"Saat kami melakukan penyelidikan dan memintai keterangan, memang yang bersangkutan tidak nyambung saat diajak berbicara. Kepada petugas yang bersangkutan bilang bisa hilang karena dikejar geng motor. Padahal, menurut keterangan saksi, kejadian itu tidak ada,"kata Ate.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads