11 Jam Lebih, Amukan Api di Pabrik Terpal Bogor Mulai Jinak

11 Jam Lebih, Amukan Api di Pabrik Terpal Bogor Mulai Jinak

Andry Haryanto - detikJabar
Senin, 30 Mar 2026 08:36 WIB
Kebakaran Pabrik Terpal di Bogor
Kebakaran Pabrik Terpal di Bogor (Foto: Andry Haryanto/detikJabar)
Bogor -

Kebakaran pabrik plastik di Wanaherang, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, mulai dapat dikendalikan setelah petugas berjibaku selama 11,5 jam hingga Minggu (30/3/2026) dini hari.

Kepala Sektor Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Gunung Putri, Hendra, mengatakan api berangsur terkendali setelah proses panjang sejak laporan awal diterima pada Sabtu (29/3/2026) pukul 15.30 WIB.

"Api mulai perlahan dapat dikendalikan 11,5 jam sejak laporan awal diterima," ujar Hendra kepada detikJabar, Senin (30/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, petugas masih melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

ADVERTISEMENT

"Pagi ini masih dilakukan penanganan untuk mendinginkan sisa kebakaran," katanya.

Di lokasi kejadian, Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Ismambar Fadli, menjelaskan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 15.30 hingga 16.00 WIB, kemudian tim dari sektor Gunung Putri langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Namun saat tiba di lokasi, api sudah dalam kondisi besar sehingga diperlukan tambahan armada dari berbagai sektor.

"Jumlah yang kita turunkan lebih kurang 12 unit pemadam kebakaran. Kalau kita lihat sebelum maghrib itu api cukup besar," kata Fadli, Minggu dini hari.

Menurut dia, petugas kemudian memusatkan penanganan dengan mendorong api ke satu titik agar lebih mudah dikendalikan. Selain armada Damkar Kabupaten Bogor, bantuan juga datang dari Resimen Pelopor Korbrimob Cikeas berupa water canon serta dukungan dari pemadam Kota Bogor.

Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi sejumlah kendala. Kemacetan di jalur menuju lokasi, termasuk di ruas Tol Jagorawi dan akses sekitar Wanaherang, sempat menghambat mobilisasi armada. Selain itu, distribusi air juga menjadi tantangan sehingga diperlukan sistem sambungan antarunit untuk menjangkau titik api.

Fadli menyebut objek yang terbakar merupakan pabrik pengolahan plastik untuk produk seperti terpal dan penutup. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena area yang terbakar merupakan gudang.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, karena ini kontaknya gudang," ujarnya.

Hingga saat ini, petugas masih bersiaga di lokasi untuk melakukan pendinginan dan memastikan api benar-benar padam serta tidak kembali menyala.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads