Nasib nahas menimpa Ugan, seorang buruh serabutan asal Kampung Puncak Malanding, Desa Tegalbuleud, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi.
Ia diduga menjadi korban penganiayaan oleh tetangganya sendiri yang merupakan seorang pemilik pohon kelapa hingga tak sadarkan diri.
Kabar mengenai dugaan penganiayaan ini pun mendadak viral di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat korban yang merupakan buruh serabutan itu terkapar tak berdaya dengan luka lebam di bagian wajah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi dihimpun detikJabar, peristiwa ini bermula dari persoalan sepele terkait pemetikan kelapa yang sebenarnya sudah terjadi dua minggu lalu.
Kakak ipar korban, Yuningsih, menceritakan bahwa saat bulan puasa, Ugan diminta oleh pelaku untuk mengambil 10 butir kelapa dengan upah Rp 2.000 per butir.
"Kelapa itu sudah dibayar Rp 20 ribu. Tapi anehnya, kejadiannya (penganiayaan) baru sekarang, padahal sudah lewat dua minggu," ujar Yuningsih saat dihubungi, Minggu (29/3/2026).
Aksi kekerasan tersebut terjadi pada Sabtu (28/3) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, korban yang baru pulang bekerja sebagai buruh dari arah selatan melintas di depan sebuah pos. Secara tiba-tiba, pelaku menghadang korban.
"Pelaku langsung menghadang dan bilang 'kamu yang nurunin kelapa' sambil memukul tiga kali. Menurut pengakuan korban, dia ditampar sekali dan ditonjok dua kali tepat di bagian telinga," lanjutnya.
Akibat pukulan telak tersebut, Ugan sempat berusaha meminta pertolongan warga sambil menahan sakit. Namun, sesampainya di rumah, kondisi korban memburuk hingga jatuh pingsan setelah sempat berteriak histeris.
"Dia teriak-teriak saking sakitnya sampai tidak sadar. Langsung dibanjur (disiram) air oleh warga. Sampai sekarang dia masih sering sakit kepala dan telinganya masih bengkak," tambah Yuningsih.
Pihak keluarga telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Tegalbuleud dan sudah menjalani proses visum. Meski pelaku sempat mendatangi rumah korban untuk meminta damai pada Minggu pagi, keluarga bersikeras melanjutkan proses hukum.
Terlebih, keluarga sempat mendapat ancaman dari pelaku saat mencoba meminta klarifikasi awal.
"Waktu malam kejadian saya sempat tanya baik-baik, tapi pelaku malah galak dan bilang 'kenapa ikut-ikutan, saya jeblosin kamu ke penjara'. Sekarang dia minta damai alasannya karena 'kemasukan setan'. Kami ingin proses hukum tetap jalan supaya ada efek jera," tegasnya.
Pelaku yang dikenal sebagai tukang gergaji mesin (senso) tersebut kabarnya akan diperiksa lebih lanjut oleh pihak kepolisian pada Senin esok.
Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai laporan tersebut, Kapolsek Tegalbuleud AKP HM Iqsan saat dicoba dihubungi melalui nomor ponselnya dalam keadaan tidak aktif.
