Pemkot Tunda Peringatan Bandung Lautan Api, Begini Alasannya

Pemkot Tunda Peringatan Bandung Lautan Api, Begini Alasannya

Rifat Alhamidi - detikJabar
Sabtu, 28 Mar 2026 10:58 WIB
Peringatan Bandung Lautan Api
Peringatan Bandung Lautan Api (Foto: Wisma Putra/Detikcom)
Bandung -

Pemkot Bandung memutuskan untuk menunda peringatan Bandung Lautan Api yang jatuh setiap tanggal 24 Maret. Alasannya dilakukan karena ada konsep yang perlu dipersiapkan secara matang dan berbarengan dengan libur Lebaran 2026.

"Peringatannya kita tunda dulu, karena konsepnya menurut saya masih perlu dimatangkan lagi," kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Sabtu (28/3/2026).

Farhan mengatakan, ada usulan penampilan dramaturgi untuk peringatan Bandung Lautan Api. Hanya saja, ide tersebut harus dimatangkan terlebih dahulu supaya lebih maksimal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sangat senang mendengar beberapa konsep yang akan dibuat, jadi bentuk seperti sebuah dramaturginya, ada dramaturginya. Nanti kita bikin. Cuman memang karena idenya dadakan jadi kita mesti menyiapkannya dengan lebih baik," ujarnya.

"Insyaallah mungkin sekitar bulan April akan kita laksanakan. Kan tadinya mau dilaksanakan tanggal 24 Maret tapi kan masih libur lebaran. Terus 29 Maret kita masih baru mulai bekerja, jadi enggak sempat latihan sama sekali. Nah, mungkin sekitar bulan April lah kita akan laksanakan," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Terlepas soal rencana peringatannya, Farhan berharap Bandung Lautan Api jadi media edukasi untuk generasi sekarang. Sebab, Bandung punya peran histori yang tak bisa terlupakan dalam upaya mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Semangat Bandung Lautan Api adalah semangat di mana seluruh warga Bandung waktu itu menyatakan siap berkorban untuk utuhnya konsep kebangsaan Negara Republik Indonesia hadir di Kota Bandung. Pengorbanan yang begitu luar biasa itu ternyata akhirnya dicatat sebagai salah satu kejadian yang mempengaruhi hasil dari negosiasi kita di meja perundingan di PBB. Sehingga akhirnya bentuk negara kesatuan Republik Indonesia pun tetap utuh, ada, tidak terpecah-pecah," ujarnya.

Karena waktu itu kalau sampai tidak ada Bandung Laut Api, maka Kota Bandung akan terbelah dua. Bandung milik Kolonial Belanda dan Bandung milik Republik, pan aneh. Justru karena adanya pengorbanan itu akhirnya Kota Bandung keseluruhannya menjadi ini milik negara Republik Indonesia. Maka mari kita hargai dan kita hormati pengorbanan seluruh rakyat Kota Bandung untuk persatuan Republik Indonesia," pungkasnya.

(ral/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads