Viral Pungli di TPU Nagrog, Begini Reaksi Walkot Farhan

Viral Pungli di TPU Nagrog, Begini Reaksi Walkot Farhan

Rifat Alhamidi - detikJabar
Jumat, 27 Mar 2026 18:25 WIB
TPU Nagrog.
TPU Nagrog. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Media sosial sedang diramaikan dengan unggahan aksi pungutan liar (pungli) yang terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nagrog, Kota Bandung. Dalam video yang beredar, ada seorang pengunjung yang mengeluh karena tiba-tiba diminta uang retribusi sebelum masuk ke area pemakaman.

Unggahan itu pun tak luput menuai sorotan. Sebab pria itu mengatakan, sebelum momen libur Lebaran 2026, ia mengaku tak pernah membayar biaya yang diklaim sebagai retribusi, lengkap dengan karcis berwarna hijau.

"Ini di TPU Nagrog, biasanya kita enggak ditentukan, kita ngasih-ngasih aja. Tapi sekarang, kalau masuk aja, itu udah mintanya Rp 10 ribu," keluh pria tersebut sebagaimana dilihat detikJabar dalam unggahannya, Jumat (27/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masalah pungli di Bandung teh enggak beres-beres gitu yah. Coba lah, ditertibkan," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Unggahan tersebut ternyata mengundang banyak komentar. Sebab, beberapa netizen mengaku pungli banyak terjadi di sejumlah TPU di Kota Bandung seperti di TPU Sirnaraga.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pun merespons hal itu. Ia mengaku saat ini sedang menertibkan masalah pungli di TPU, dan butuh peran kewilayahan untuk memberantas masalah tersebut.

"Pungli di TPU ini memang kita sedang melakukan penertiban. Tapi kan artinya gini ya, sangat sulit bagi kami untuk melakukan penertiban terhadap pungli di TPU. Nah, itu sebabnya saya kemudian sudah memberikan arahan kepada seluruh kewilayahan agar betul-betul memperhatikan kenyamanan warga yang sedang melakukan ziarah ke makam keluarga. Terutama (TPU) Nagrog," kata Farhan di Balai Kota Bandung.

Menurut Farhan, TPU Nagrog bakal dibenahi. Rencananya, akses masuk ke tempat pemakaman yang berlokasi di Kecamatan Ujungberung itu akan dibuat satu jalur agar tak menimbulkan kemacetan.

"Nah, Nagrog ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada tokoh-tokoh setempat yang telah menyerahkan sebagian dari lahan pemukiman untuk menjadi tempat parkir. Nanti kita ke depannya akan membuat jalur nagrog ini satu arah keluar masuknya, tidak menjadi dua arah seperti sekarang. Itu salah satu contoh saja," ungkapnya.

Farhan memastikan insiden pungli tersebut akan menjadi evaluasi. Sehingga ke depan, kejadian tersebut bisa ditangani, terutama bersama jajaran kewilayahan.

"Sedangkan pungli, tentu saja kita bekerja sama dengan seluruh kewilayahan agar memastikan pungli ini bisa dihentikan dan dibatasi. Sehingga tidak terjadi keluhan-keluhan yang membuat masyarakat merasa, bahwa melakukan ziarah di pemakaman pada masa libur lebaran ini bisa berjalan dengan lancar dan aman, Insyaallah," pungkasnya.




(ral/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads