Langit Tel Aviv mendadak berubah jadi pemandangan yang tak biasa. Pada Selasa (24/3), ribuan burung gagak terlihat beterbangan dan berputar-putar di udara dalam jumlah besar, hingga membuat langit tampak gelap seperti tertutup "awan hidup".
Fenomena ini cepat viral di media sosial. Banyak yang merasa takjub, tapi tak sedikit juga yang mengaku merinding melihat kawanan burung yang bergerak serempak membentuk pola melingkar di atas kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari detikInet, sejumlah netizen bahkan mengaitkannya dengan hal-hal mistis hingga pertanda buruk. Ada yang menyebutnya sebagai "tanda akhir zaman", sementara lainnya menghubungkannya dengan nubuat agama.
Namun di balik kesan misterius itu, para ahli punya penjelasan yang jauh lebih sederhana.
Fenomena ini dikenal sebagai murmuration-perilaku alami burung yang terbang bersama dalam kelompok besar dengan pola terkoordinasi. Biasanya, ini dilakukan untuk melindungi diri dari predator, mencari tempat bertengger, atau merespons perubahan lingkungan.
Para ilmuwan juga menjelaskan bahwa Israel memang dilintasi jalur migrasi burung. Setiap musim semi, sekitar 500 juta burung melintasi wilayah ini, sehingga kemunculan kawanan besar seperti ini bukan hal yang aneh.
Spesies yang terlihat di Tel Aviv diduga adalah gagak berkerudung (hooded crow), yang memang umum ditemukan di wilayah tersebut. Burung ini sering berkumpul di area perkotaan, terutama saat musim berkembang biak-yang biasanya terjadi sekitar bulan Maret.
Selain faktor musim, kondisi kota juga bisa jadi pemicu. Cahaya lampu, ketersediaan makanan, hingga perubahan cuaca bisa menarik burung untuk berkumpul dalam jumlah besar.
Jadi, meski terlihat dramatis dan sempat memicu berbagai spekulasi, fenomena "langit gelap penuh gagak" ini pada dasarnya adalah bagian dari ritme alami kehidupan burung-bukan pertanda kiamat seperti yang ramai dibicarakan di media sosial.
Artikel ini telah tayang di detikInet. Simak selengkapnya di sini.
(rns/orb)










































