Duka menyelimuti Bandung Zoo. Kematian Huru dan Hara, anak harimau benggala menghadirkan kesunyian di Bandung Zoo.
Seperti diketahui, Huru dan Hara merupakan anak harimau dari pasangan induk Shah Rukh Khan (22 tahun) dan Jelita (4,5 tahun) yang lahir pada 12 Juli 2025 lalu.
Huru dan Hara sempat diperkenalkan ke publik oleh Bandung Zoo pada September 2025. Keduanya saat itu masih berusia 78 hari dengan tubuh mungil bercorak loreng sembari berlarian ke sana kemari hingga saling mengejar ekor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelahiran dua anak harimau itu sempat mencuri perhatian karena pada saat itu sedang terjadi konflik internal di tubuh manajemen Bandung Zoo.
Awalnya, kabar beredar tentang kematian Hara. Kabar itu dibenarkan Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat Eri Mildranaya. Saat ini, BBKSDA masih menunggu hasil pemeriksaan lengkap.
"Betul (mati), namun hasilnya belum kami dapatkan secara lengkap, setelah hasil periksa oleh dokter hewan," katanya, Rabu (25/3).
Tak berselang lama, kakak dari Hara, yakni Huru juga dilaporkan mati. "Betul (kematian harimau kedua)," kata Eri dikonfirmasi via pesan singkat, Kamis (26/3/2026).
Hingga Huru dan Hara dilaporkan mati pada usia 8 bulan, konflik ini pun belum selesai, meski saat ini operasional kebun binatang tersebut masih berjalan di bawah manajemen yang ada.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan membenarkan kematian kedua anak harimau itu. "Jadi perkembangan terakhir di Kebun Binatang Bandung memang ada sebuah berita yang sangat memprihatinkan. Saya secara pribadi juga sangat sedih mengetahui bahwa dua ekor anak harimau yang yang berusia 8 bulan di Kota Bandung ini kedua-duanya mengalami kematian," kata Farhan.
Menurut Farhan, Huru dan Hara dilaporkan terkena virus panleukopenia yang dibawa induknya. Virus itu menyebabkan penurunan sel darah putih hingga mengalami kondisi diare serta muntah-muntah.
Huru sempat dilaporkan membaik kondisinya oleh Farhan pada Rabu (25/3) kemarin. Sayangnya, anak harimau benggala itu tak selamat dan dinyatakan mati.
"Memang virus yang menyerang di seminggu terakhir ini mengalami keganasan yang luar biasa, langsung akut sehingga penanganannya memang tidak sempat mencegah terjadinya kematian. Tentu saja ini menjadi pelajaran yang sangat penting untuk kita," ucapnya.
"Bahwa walaupun beberapa ahli menganggap bahwa panleukopenia ini adalah salah satu virus yang memang banyak menjangkiti. Tetapi ketika menjangkiti kucing besar usia muda ini bisa tingkat fatalitasnya bisa sangat tinggi," tambahnya.
Setelah tragedi ini, Farhan memastikan akan ada evaluasi di Bandung Zoo. Salah satu yang jadi sorotan yaitu sektor biosecurity di area tersebut.
"Nah, hal-hal yang bisa kita lakukan sekarang ini tentunya peningkatan biosecurity. Karena bagaimanapun juga Kebun Binatang Bandung ini kan dari dulu pengunjungnya banyak. Sekarang sedang dalam masa penataan ulang dan dekat dengan pemukiman masyarakat. Nah, jadi kita harus betul-betul memperhatikan biosecurity yang ada," pungkasnya.
(wip/sud)










































