Begini Risiko Sembarangan Membuang Air Panas ke Wastafel

ilham fikriansyah - detikJabar
Rabu, 25 Mar 2026 23:32 WIB
Ilustrasi wastafel (Foto: Getty Images/onurdongel)
Bandung -

Setelah merebus telur atau memasak mi instan, banyak orang langsung membuang air rebusannya ke wastafel. Cara ini memang terasa paling mudah dan cepat. Namun jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan tersebut ternyata bisa menimbulkan masalah pada instalasi pembuangan air di rumah.

Perlu diketahui, beberapa bahan yang digunakan pada sistem pipa rumah tangga tidak dirancang untuk menerima suhu panas secara terus-menerus. Salah satunya adalah pipa saluran pembuangan dari wastafel atau kitchen sink.

Jika hanya sesekali, membuang air panas ke wastafel biasanya tidak menimbulkan dampak berarti. Namun apabila menjadi kebiasaan, panas dari air tersebut dapat merusak material pipa dan mempercepat kerusakan pada saluran pembuangan.

Mengutip WP Plumbing pada Jumat (6/3/2026), sebagian besar pipa pembuangan air di rumah dibuat dari bahan seperti PVC, PEX, dan CPVC. Ketiga jenis material ini berbasis plastik sehingga tidak memiliki ketahanan tinggi terhadap suhu panas.

Pipa berbahan tersebut bahkan dapat meleleh jika terkena api hanya dalam beberapa detik. Meski air panas tidak sepanas api, paparan panas yang terjadi berulang kali dalam jangka waktu lama tetap dapat memengaruhi struktur permukaan pipa.

Secara umum, material tersebut hanya mampu menahan suhu sekitar 60 derajat Celcius. Jika terus-menerus dialiri air panas, pipa bisa menjadi lunak, berubah bentuk, bahkan berisiko bocor.

Selain itu, air panas juga dapat melarutkan sisa minyak dan lemak yang menempel di dalam saluran pembuangan. Lemak yang mencair ini kemudian mengalir lebih jauh ke bagian pipa yang sulit dijangkau. Ketika suhunya kembali dingin, minyak dan lemak tersebut akan mengeras dan berpotensi menyumbat saluran.

Cara Aman Membuang Air Panas

Banyak orang tetap memilih membuang air panas ke wastafel karena dianggap praktis. Namun agar tidak merusak pipa, ada beberapa cara yang bisa dilakukan.

Pertama, biarkan air panas mendingin terlebih dahulu hingga hangat atau mencapai suhu ruangan sebelum dibuang.

Cara lain adalah mencampurkan air panas dengan air biasa. Dengan mencampurnya, suhu air akan turun sehingga tidak terlalu berisiko merusak material pipa.

Selain itu, Anda juga bisa menyalakan keran air saat membuang air panas ke wastafel. Air mengalir dari keran akan membantu menurunkan suhu sekaligus mendorong aliran air panas agar tidak terlalu lama bersentuhan dengan pipa.

Dengan langkah sederhana tersebut, pipa saluran pembuangan dapat lebih awet dan risiko kerusakan dapat diminimalkan.

Artikel ini telah tayang di detikProperti. Baca selengkapnya.




(yum/yum)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork