Hari Pertama Kerja, ASN Tasikmalaya Siap WFH Satu Hari Sepekan

Hari Pertama Kerja, ASN Tasikmalaya Siap WFH Satu Hari Sepekan

Deden Rahadian - detikJabar
Rabu, 25 Mar 2026 10:28 WIB
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul
Foto: Deden Rahadian
Tasikmalaya -

Hari pertama pasca-libur Idul Fitri 1447 Hijriah, ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mulai kembali beraktivitas, Rabu (25/3/2026) pagi. Mereka mengikuti apel perdana sekaligus halalbihalal yang dipimpin Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, serta dihadiri Wakil Bupati Asep Sopari Alayubi dan seluruh jajaran pejabat.

Pelaksanaan apel digelar di lapangan hitam Kantor Bupati Tasikmalaya. Pantauan di lokasi, sejumlah ASN terlihat berlari-larian demi menghindari keterlambatan. Namun, beberapa ASN tetap datang terlambat meski jadwal apel sudah bergeser atau molor setengah jam dari jadwal semula. Bahkan, ada oknum ASN yang memilih bersembunyi di balik kendaraan karena telanjur kesiangan.

"Ini hari perdana masuk kerja Alhdulilah kami bisa apel bersama dan kita laksanakan hala bilhalal dengan Pak Wakil Bupati, Pak Asep juga para pejabat dan ASN," kata Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin kepada detikJabar di lokasi apel, Rabu (25/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hari pertama masuk kerja ASN TasikmalayaHari pertama masuk kerja ASN Tasikmalaya Foto: Deden Rahadian

Selain agenda silaturahmi, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya turut menanggapi wacana kebijakan Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan guna menghemat bahan bakar minyak (BBM). Cecep menyatakan kesiapannya menjalankan kebijakan tersebut sembari menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat.

"Saya mendengar bahwa presiden dalam satu acara TV menyampaikan menyikapi geopolitik global bahwa dimungkinkan ada WFH, termasuk di Kabupaten Tasikmalaya. Sesungguhnya buat kita gak ada problem, kita sudah pernah punya pengalaman saat Covid, pelayanan publik tetap berjalan," kata Cecep Nurul Yakin.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, kebijakan WFH satu hari dalam sepekan memungkinkan adanya penyesuaian pola kerja ASN di daerah. Jika sebelumnya sistem kerja berlangsung lima hari di kantor, maka nantinya dapat diatur menjadi empat hari di kantor dan satu hari bekerja dari rumah.

"Hal tersebut tidak menjadi persoalan, karena pada dasarnya kita sudah memiliki pengalaman bekerja tanpa harus selalu bertatap muka secara langsung," ujar Cecep.

Dia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya pada prinsipnya siap mendukung strategi apa pun yang diterapkan pemerintah pusat. Namun, ia menekankan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal, baik saat ASN bekerja di kantor maupun dari rumah.

Sebagai upaya mendukung kebijakan tersebut, Pemkab Tasikmalaya terus mengakselerasi sistem digitalisasi dalam pelayanan publik. Cecep menyebutkan, saat ini berbagai layanan sudah dapat diakses secara daring sehingga masyarakat tidak perlu selalu datang langsung ke kantor pemerintahan.

"Pelayanan tidak harus selalu dilakukan secara tatap muka. Banyak yang sudah bisa dilakukan secara online, dan itu sudah diterapkan di setiap dinas," katanya.

Selain pelayanan publik, pemanfaatan teknologi juga dioptimalkan dalam kegiatan internal pemerintahan, seperti rapat dan koordinasi antarpegawai. Langkah ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja sekaligus menjadi bagian dari adaptasi terhadap perkembangan teknologi.

Dengan kesiapan infrastruktur digital tersebut, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya optimistis kebijakan WFH dapat diterapkan secara efektif tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.




(tya/tya)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads