Kecelakaan maut mobil Isuzu Elf di Jalan Raya Panjalu-Cikijing, Kabupaten Majalengka, menewaskan enam orang dan melukai belasan penumpang lainnya. Insiden yang terjadi pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 23.05 WIB itu diduga dipicu sopir mengantuk saat melintasi jalan licin, menurun, dan menikung tajam.
Di tengah duka tersebut, salah seorang korban selamat, Ratna Wulan, mengungkap detik-detik sebelum kecelakaan terjadi. Ia menyebut, rombongan asal Karawang ini sebelumnya melakukan perjalanan ziarah ke Ciamis sebelum melanjutkan wisata ke Pangandaran.
Setelah tiba di lokasi ziarah sekitar pukul 07.00 WIB, rombongan sempat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan wisata ke Pangandaran. Perjalanan tersebut merupakan bagian dari kegiatan rombongan sebelum kembali pulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berangkat itu Minggu pagi jam enam ke daerah Ciamis buat ziarah. Sampai sana sekitar jam tujuh, terus setelah ziarah kita lanjut jalan-jalan ke Pangandaran," kata Ratna saat menceritakan pengalamannya kepada detikJabar, Selasa (24/3/2026).
Ratna menuturkan, rombongan kemudian meninggalkan Pangandaran sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka sempat kembali ke wilayah Ciamis pada malam hari untuk makan dan mengambil barang sebelum melanjutkan perjalanan pulang.
Sempat Diingatkan Agar Sopir Beristirahat
Ia menyampaikan, sebagian penumpang sempat menyarankan agar perjalanan ditunda terlebih dahulu karena sopir belum sempat beristirahat. Namun, perjalanan tetap dilanjutkan karena kendaraan tersebut sudah memiliki jadwal sewa berikutnya.
"Tadinya disuruh istirahat dulu karena belum sempat istirahat. Tapi sopirnya mau langsung pulang karena mobilnya sudah ada yang nyarter lagi," ujarnya.
Ratna mengatakan, dalam perjalanan pulang kendaraan melewati jalur yang jarang dilalui oleh rombongan tersebut. Saat perjalanan berlangsung, sebagian besar penumpang sudah tertidur karena kelelahan setelah aktivitas seharian.
Menjelang kejadian, ia mengingat ada beberapa penumpang yang sempat berteriak mengingatkan sopir agar tidak melaju terlalu kencang.
"Nenek sempat teriak bilang hati-hati, jangan bawa mobil kencang-kencang. Abah juga bilang pelan saja jangan ngebut," tuturnya.
Menurut Ratna, kondisi jalan saat itu juga licin setelah diguyur hujan. Tidak lama setelah peringatan tersebut terdengar, kecelakaan pun terjadi.
"Jalannya licin habis hujan. Setelah pada teriak itu langsung kejadian. Nggak tahu nabrak atau bagaimana, saya sudah nggak ingat lagi karena langsung nggak sadar," ucapnya.
Enam Orang Meninggal Dunia
Diketahui, kendaraan tersebut ditumpangi sekitar 21-22 orang. Enam orang tewas dalam insiden tersebut.
Para korban merupakan pengemudi dan penumpang kendaraan Isuzu Elf Microbus dengan nomor polisi Z-7012-CN. Berdasarkan data dari RSUD Majalengka, sebanyak tiga korban meninggal dunia di rumah sakit tersebut.
Adapun identitas korban yakni pengemudi kendaraan bernama Hasyim Adnan (47), warga Kabupaten Karawang. Selain itu, dua penumpang yang juga meninggal dunia adalah Ali (5) dan Nanda (1,5), warga Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.
Sementara itu, tiga korban meninggal lainnya merupakan pasien rujukan dari RSUD Talaga yang kemudian tercatat di RSUD Cideres Majalengka.
Ketiga korban tersebut masing-masing Mala (35), Karwati (65), dan Desi (42), yang seluruhnya merupakan warga Karawang.
Polisi: Sopir Diduga Mengantuk dan Kelelahan
Sementara itu, penyebab kecelakaan ini diduga dipicu oleh berbagai faktor. Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi melalui Kasat Lantas AKP Pandu Surya Renata mengatakan, peristiwa bermula saat kendaraan yang membawa rombongan keluarga asal Karawang itu melaju dari arah Panjalu menuju Cikijing.
"Kronologis kejadian bermula saat kendaraan Isuzu Elf yang dikemudikan oleh saudara Hasyim Adnan melaju dari arah Panjalu menuju Cikijing. Saat melintasi jalanan yang licin serta menurun dan menikung tajam di Blok Maniis Tonggoh, pengemudi diduga dalam kondisi mengantuk dan kelelahan," kata Pandu dalam keterangan yang diterima detikJabar, Selasa (24/3/2026).
Akibatnya, kendaraan tersebut hilang kendali dan oleng ke sebelah kanan hingga masuk ke dalam parit di pinggir jalan. Mobil kemudian terguling dengan posisi roda berada di atas.
(yum/yum)
