Andri, duduk di bangku menanti kedatangan bus jurusan Jakarta yang akan ia naiki. Beberapa jam, pria 29 tahun itu belum kebagian kursi meskipun ia menunda kepulangan sehari dari yang dijadwalkannya
Andri sebetulnya berat hati meninggalkan kampung halaman di Garut untuk kembali ke perantauan. Sudah 5 tahun ini, Andri bekerja sebagai sopir mobil ekspedisi di daerah Tanjung Priok, Jakarta Utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andri sengaja naik bus jurusan Bandung-Jakarta dari terminal bayangan di Rest Area Tol Purbaleunyi KM 125. Ia berangkat dari Garut pada Selasa pagi, lalu terpaksa transit dulu di terminal bayangan karena harus berganti bus.
"Iya sengaja hari ini mau ke Jakarta lagi, biar lebih lowong. Ternyata masih ramai, karena mungkin orang-orang juga cari waktu kosongnya untuk pulang ke Jakarta," kata Andri saat ditemui, Selasa (24/3/2026).
Beruntung perjalanannya dari Garut menuju Bandung lebih lancar ketimbang hari sebelumnya. Sebab dari informasi di media sosial dan berita di televisi, Bandung-Garut di H+2 Idulfitri macet lumayan parah.
"Untungnya dari Garut ke Bandung lancar, ya macet sedikit-sedikit. Perjalanan sekitar 3 jam, sekarang lanjut lagi ke Jakarta. Mudah-mudahan malam sudah sampai," ujar Andri.
Andri setiap momen Idulfitri selalu mudik ke kampung halamannya. Namun momen yang membuatnya ogah-ogahan sebetulnya ketika hendak kembali mengadu nasib di ibukota.
"Alhamdulillah bisa mudik terus tiap tahun, tapi ya itu berat pas mau balik ke Jakarta lagi. Tapi kalau enggak kerja, ya kita enggak akan punya penghasilan buat keluarga di kampung," ungkap Andri.
Hal senada diungkapkan Rini, warga Cimahi yang juga akan kembali merantau ke Jakarta. Ia bekerja sebagai karyawan swasta, dan H+4 Idulfitri besok perusahaannya sudah kembali masuk seperti biasa.
"Besok sudah masuk, makanya hari ini pulang. Takut macet, jadi berangkat sore. Kalau pulang malam takut enggak kebagian bus," jelas Rini.
Di terminal bayangan itu, orang-orang setia menanti bus yang akan mereka naiki sesuai jurusan. Ada yang membawa dus, tas besar, koper. Kentara mereka merupakan perantau yang baru saja menghabiskan momen Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.
"Mudah-mudahan tahun depan bisa mudik lagi, malahan inginnya bisa pindah kerja ke Bandung biar enggak malas kalau libur sudah beres harus pulang ke perantauan," pungkas Rini.
(orb/orb)










































