Arus balik di kawasan Gentong Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya pada H+3 Lebaran atau Selasa (24/3/2026), terpantau padat.
Antrean panjang kendaraan dari arah Tasikmalaya menuju Bandung ini diperparah pula oleh banyaknya kendaraan yang gagal nanjak di beberapa titik tanjakan Gentong.
Pantauan detikJabar, lebih dari 15 unit mobil berbagai jenis mogok di pinggiran jalan, mulai di tanjakan Gentong Bawah, Lingkar Gentong hingga Gentong Atas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak ayal kondisi ini membuat arus lalu lintas terhambat, karena mobil-mobil mogok itu berada di bahu jalan.
Bagi pengendara kawasan Gentong menyimpan tantangan yang menuntut keahlian mengemudi dan kondisi kendaraan yang prima.
Seperti diketahui, jika dari arah Tasik menuju Bandung, Gentong memiliki kontur jalan yang menanjak dan berkelok. Setidaknya ada 3 titik tanjakan terjal yang harus dilalui pengendara.
Salah satu bagian kendaraan yang perlu diperhatikan kondisinya saat melibas tanjakan adalah kondisi kopling. Jika sampai mogok, maka kerugian yang diderita cukup signifikan. Selain perjalanan terhambat, biaya perbaikannya butuh biaya yang tak sedikit.
"Sekitar Rp2 jutaan biaya perbaikan kopling mobil jika diperbaiki di tempat," kata Fadil, salah seorang pemudik yang mogok di Gentong Bawah.
Minibus lansiran tahun 2004 yang dikendarainya tiba-tiba kehilangan tenaga saat menanjak. "Tiba-tiba nggak bisa jalan, nggak ada tenaga. Keluar asap, bau sangit," kata pemudik asal Cilacap tujuan Bandung itu.
Dia mengaku tak punya pilihan lain selain memperbaiki mobilnya di pinggiran jalan. "Bingung, mau diderek juga butuh biaya, mana jalanan macet," kata Fadil.
Denden Ahdani, pehobi otomotif mengatakan gejala mobil yang mengalami kerusakan kopling ditandai dengan mesin yang menderu kencang tapi mobil tak bergerak. "Suara mesin kencang, tapi mobil tak bergerak. Kemudian tercium bau hangus. Itu sudah pasti koplingnya bermasalah," kata Denden.
Dia menyarankan agar tak mogok saat di tanjakan, pengendara sebaiknya memeriksa dulu kondisi kendaraan sebelum berangkat.
Namun demikian, Denden mengatakan cara mengemudi yang salah juga bisa memicu masalah kopling di tanjakan.
"Gaya mengemudi yang salah juga bisa memicu, kebiasaan menaruh kaki di pedal kopling atau menginjak kopling setengah, itu bisa mempengaruhi kerusakan," kata Denden.
Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota, AKP Riki Kustiawan membenarkan soal banyaknya mobil yang mogok di tanjakan Gentong.
"Itulah sebabnya tak bosan kami imbau agar pemudik selalu memeriksa kondisi kendaraannya sebelum menempuh perjalanan," kata Riki.
(yum/yum)
