Tasik-Bandung via Gentong Padat, Arus Balik Dialihkan ke Singaparna

Tasik-Bandung via Gentong Padat, Arus Balik Dialihkan ke Singaparna

Faizal Amiruddin - detikJabar
Selasa, 24 Mar 2026 15:22 WIB
Polisi mengalihkan arus Tasik-Bandung via Gentong ke Tasik-Bandung via Singaparna/Garut, di Simpang Empat Panyusuhan Ciawi.
Polisi mengalihkan arus Tasik-Bandung via Gentong ke Tasik-Bandung via Singaparna/Garut, di Simpang Empat Panyusuhan Ciawi. (Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar)
Tasikmalaya -

Kepadatan arus balik di jalur Gentong Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya, kembali terjadi pada H+3 Lebaran atau Selasa (24/3/2026).

Pantauan di rentang waktu jam 12.00 sampai 14.30 WIB, antrean kendaraan mengular sepanjang lebih dari 20 kilometer, mulai dari daerah Kecamatan Jamanis, sampai tanjakan Gentong hingga perbatasan Tasik-Garut.

Aparat kepolisian bekerja ekstra untuk mengurai kepadatan agar tak sampai macet total. Berbagai cara dilakukan oleh kepolisian, salah satunya dengan melakukan pengalihan arus kendaraan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendaraan yang melaju dari arah Tasik menuju Bandung, diarahkan menuju jalur Singaparna - Garut - Bandung.

ADVERTISEMENT

Pengalihan dilakukan di Simpang Empat Panyusuhan Kecamatan Ciawi, kendaraan yang menuju Bandung diarahkan menuju Singaparna lewat Jalan Lingkar Ciawi-Singaparna (Cisinga).

Namun demikian, tak sedikit kendaraan yang ogah diarahkan ke jalur Cisinga. Mereka memilih memutar balik dan memaksakan menembus kepadatan jalur Gentong.

"Terlalu jauh melambungnya kalau dialihkan ke Singaparna. Terus tak ada jaminan juga Singaparna dan Garut lancar. Mendingan memaksa masuk Gentong saja," kata Rojak, salah seorang pemudik.

Upaya lain yang dilakukan polisi adalah dengan cara memberlakukan one way alias satu arah. Tapi upaya itu pun tak bisa dilakukan terus menerus, karena arus dari Bandung menuju Tasikmalaya pun tak kalah padat. Selain itu pemberlakuan one way juga mesti dibarengi oleh kondisi lengang di kawasan Garut. Sejak dini hari sampai pukul 14.00 WIB, one way arah Bandung di Jalur Gentong baru dilakukan 3 kali.

Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota, AKP Riki Kustiawan mengatakan antrean kendaraan ini dipicu tingginya volume kendaraan serta adanya penyempitan lajur kendaraan.

"Untuk kepadatan kendaraan itu memang kami memiliki trouble spot di Lingkar dan Tanjakan Gentong dimana itu menjadi penyebab terjadinya kemacetan akibat penyempitan lajur kendaraan atau bottle neck," kata Riki.

Riki mengatakan opsi one way tak bisa dilakukan terus menerus, karena harus mempertimbangkan kondisi arus kendaraan.

"Per hari ini sudah dilakukan pengurasan volume kendaraan atau sistem one way sejak dini hari ini hingga ke wilayah perbatasan Tasikmalaya-Garut sebanyak 3 kali. Namun selanjutnya hal itu akan dilakukan kembali jika sudah ada ruang arus lalin dari kedua jalur," kata Riki.

Soal pengalihan arus, menurut Riki sudah dilakukan di dua titik yang di wilayah Kota Tasikmalaya dan di Simpang Empat Panyusuhan.

"Kita sudah berkoordinasi tentunya apabila terjadi antrean panjang maka tidak menutup kemungkinan untuk memberlakukan sistem pengalihan arus menuju Singaparna melewati Garut Kota," kata Riki.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads