Puasa Syawal merupakan ibadah sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan selama enam hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Lantas, apakah pelaksanaannya harus dilakukan secara berturut-turut?
Para ulama menerangkan bahwa puasa Syawal tetap dinilai sah meskipun tidak dijalankan secara berurutan. Yang terpenting, jumlahnya genap enam hari dan masih dilakukan dalam bulan Syawal.
Puasa Syawal Boleh Tidak Berurutan
Dalam buku Fiqih Puasa karya Dr. Thoat Stiawan dan tim, dijelaskan bahwa waktu pelaksanaan puasa Syawal dimulai sejak 2 Syawal hingga berakhirnya bulan tersebut. Selama rentang waktu itu, umat Islam dapat menunaikan puasa sebanyak enam hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendapat serupa juga disampaikan ulama fikih asal Mesir, Sayyid Sabiq, dalam kitab Fiqhus Sunnah. Ia menguraikan berbagai pandangan ulama mengenai tata cara pelaksanaan puasa Syawal. Menurut Imam Ahmad, puasa ini boleh dilakukan secara berurutan maupun terpisah, tanpa ada keutamaan khusus di antara keduanya.
Sementara itu, menurut ulama Hanafiyyah dan Syafi'iyyah, puasa Syawal lebih utama apabila dilakukan secara beruntun setelah Hari Raya Idul Fitri.
Mayoritas ulama menganjurkan untuk melaksanakannya secara berturut-turut satu hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Namun, jika terdapat halangan, boleh dilakukan secara terpisah.
Kapan Puasa Syawal 6 Hari 2026?
Menurut Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Ditjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama RI, puasa Syawal 1447 H dapat dilakukan mulai 22 Maret hingga 18 April 2026.
Dengan jadwal ini, umat Islam memiliki rentang waktu yang cukup untuk menunaikan enam hari puasa sunnah Syawal setelah berakhirnya puasa Ramadan.
Hal yang Membatalkan dan Makruh Puasa Syawal
Hal-hal yang membatalkan puasa Syawal serupa dengan puasa sunnah lainnya, yaitu makan atau minum, berhubungan suami istri, sengaja muntah, sengaja mengeluarkan mani, serta haid atau nifas bagi wanita.
Sementara itu, hal-hal yang makruh saat puasa Syawal juga sama seperti puasa sunnah lain, misalnya mencicipi makanan tanpa kebutuhan jelas, berbekam, dan berlebihan saat berkumur atau memasukkan air ke hidung.
Keutamaan dan Hikmah Puasa Syawal
Salah satu keutamaan puasa Syawal adalah memperoleh pahala setara dengan puasa selama setahun penuh. Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang berpuasa Ramadan kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti berpuasa setahun penuh" (HR Muslim, shahih)
Artikel ini telah tayang di detikHikmah. Baca selengkapnya di sini.
(yum/yum)
