Keberadaan bayi biasanya mencuri perhatian banyak orang saat momentum silaturahmi pada momentum Lebaran. Bahkan, saking menggemaskan, bayi itu bisa jadi sasaran kegemasan orang dewasa yang salah kaprah.
Salah satu yang berpotensi dilakukan adalah menyentuh, mengelus, hingga mencubit bayi. Yang jadi masalah, bayi itu adalah bayi saudara, kerabat, atau bahkan orang lain.
Kebiasaan ini sebaiknya dihindari. Jangan sampai kamu dengan mudah menyentuh bayi orang lain, apalagi sampai mencubitnya!
Sebab, kebiasaan tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko penularan campak yang sangat mudah menular. Sehingga, kebiasaan ini mesti dikurangi, setidaknya diminimalisir.
Dikutip dari detikHealth, Pelaksana Tugas Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Andi Saguni, belum lama ini mengatakan kebiasaan menyentuh bayi saat berkumpul dengan keluarga sebaiknya dikurangi.
"Memang kebiasaan asal sentuh anak bayi, balita begitu saat kita kumpul-kumpul, terutama Lebaran, sebaiknya memang dikurangi atau bahkan dihindari karena risiko penularan (campak) tinggi," kata Andi.
Ia juga mengimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya bila ada anak yang mengalami gejala penyakit.
Orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila muncul tanda-tanda yang mengarah pada campak.
"Apabila ada anak demam dan bergejala seperti ruam, segera ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan termasuk pemeriksaannya," ujar Andi.
"Terutama untuk pengidap kasus yang memiliki gejala demam kemudian ada tanda-tanda suspek campak seperti ruam kemerahan, sebaiknya tidak kumpul-kumpul dan tidak pergi ke tempat-tempat wisata, dan keramaian. Sebaiknya di rumah saja," pungkas Andi.
Nah, detikers, hati-hati yang jika bertemu bayi. Jangan sampai karena gemas kamu melakukan hal yang pada akhirnya membuat si bayi mengalami masalah kesehatan.
Artikel ini telah tayang di detikHealth
(suc/orb)