Jurus Jitu Polresta Bandung Urai Kepadatan Arus Mudik Lebaran 2026

Jurus Jitu Polresta Bandung Urai Kepadatan Arus Mudik Lebaran 2026

Yuga Hassani - detikJabar
Jumat, 20 Mar 2026 15:40 WIB
Kapolresta Bandung Kombes Aldi Subartono saat melakukan pengaturan lalu lintas di Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung.
Kapolresta Bandung Kombes Aldi Subartono saat melakukan pengaturan lalu lintas di Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung. (Foto: Istimewa)
Kabupaten Bandung -

Berbagai skema pengaturan lalu lintas terus diterapkan petugas di Nagreg, Kabupaten Bandung, untuk mengurai kepadatan arus mudik Lebaran. Upaya ini dilakukan demi memastikan perjalanan pemudik tetap aman dan nyaman.

Sejak H-7 Lebaran, jajaran Polresta Bandung telah menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas, salah satunya skema one way sepenggal. Skema ini diberlakukan secara situasional ketika kepadatan kendaraan mulai terjadi.

Kapolresta Bandung, Aldi Subartono, menjelaskan bahwa one way sepenggal kerap diterapkan untuk kendaraan yang mengarah ke Garut dan Tasikmalaya, dua wilayah yang menjadi tujuan utama para pemudik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada H-3 hari Rabu kemarin kita lakukan one way sepenggal sebanyak 5 kali, kemudian hari ini H-2 sudah sebanyak 4 kali," ujarnya, Kamis (19/3/2026) malam.

ADVERTISEMENT

Ia mengungkapkan, penerapan skema tersebut dipicu oleh kepadatan yang terjadi di kawasan Pasar Limbangan, Garut, yang berdampak hingga ke wilayah Kabupaten Bandung, terutama di Cikaledong dan Nagreg.

"One way ini diterapkan karena ada kepadatan di Pasar Limbangan, Garut, yang akibatnya mengekor ke Cikaledong, Nagreg. Jadi kami upayakan melakukan skema one way," katanya.

Menurut Aldi, skema one way sepenggal terbukti cukup efektif dalam mencairkan kepadatan arus kendaraan. Pelaksanaannya pun dilakukan dengan koordinasi lintas wilayah.

"Alhamdulillah, CB one way sepenggal ini sangat efektif. Sekali lagi kolaborasi dengan Polres Garut ketika ekor kendaraan ini sudah sampai di Pamuncatan, maka kami kolaborasi untuk melaksanakan one way sepenggal dan alhamdulillah ini sangat efektif," jelasnya.

Koordinasi juga terus dilakukan dengan jajaran kepolisian lain, termasuk Polres Garut dan Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat, guna memastikan kelancaran arus di sepanjang jalur mudik.

"Dalam melaksanakan one way kami kerap berkoordinasi dengan Polres yang lain salah satu Polres Garut, dan atas intruksi Ditlantas Polda Jabar," ungkapnya.

Berdasarkan data hingga H-2 pukul 18.00 WIB, tercatat sekitar 118 ribu kendaraan telah melintas di jalur tersebut. Jumlah ini diperkirakan terus meningkat hingga malam takbiran.

Meski volume kendaraan tinggi, kepolisian memastikan kepadatan masih dapat diatasi berkat berbagai skema yang diterapkan, yang dinilai lebih matang dibandingkan tahun sebelumnya.

"Anggota kami juga siap dan terus berjaga 24 jam di sepanjang jalur mudik di Kabupaten Bandung. Tahun ini kita terjunkan 1.733 personel gabungan, itu disebar di 21 pos pengamanan mudik," kata Aldi.

Untuk menunjang pelayanan, Polresta Bandung juga menyiapkan Pos Terpadu Lembur Kaheman di Jalan Raya Nagreg KM 36. Pos ini dapat dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

"Ini hasil analisa kami dari tahun sebelumnya, dulu Pos Terpadu di Cileunyi, tapi hasil kajian kami itu tidak efektif mengontrol pemudik. Jadi kami pindahkan ke Nagreg agar lebih cepat dan tepat dalam mengurai kepadatan serta memberikan pelayanan kepada pemudik yang melintas," pungkasnya.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads