Jalur Nagreg Padat, Polisi Berlakukan One Way 3 Kali

Jalur Nagreg Padat, Polisi Berlakukan One Way 3 Kali

Yuga Hassani - detikJabar
Kamis, 19 Mar 2026 17:44 WIB
Arus mudik di Jalur Nagreg.
Arus mudik di Jalur Nagreg. (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung -

Polisi memberlakukan skema one way sepenggal di Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung, hingga Limbangan, Kamis (19/3/2026). Rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan guna mengurai kepadatan kendaraan yang terjadi sejak siang hari.

Pantauan detikJabar di lokasi pukul 13.00 WIB, arus lalu lintas sempat mengular hingga ke kawasan Cikaledong, Jalan Raya Nagreg. Petugas kepolisian tampak bersiaga di sepanjang jalur mudik untuk melakukan pengaturan arus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Guna menangani kemacetan tersebut, jajaran Polresta Bandung berkolaborasi dengan Polda Jabar dan Dishub untuk menerapkan one way sepenggal. Langkah ini bertujuan untuk "menguras" volume kendaraan yang datang dari arah Bandung.

"Ini kepalanya dari Limbangan sampai dengan wilayah Polresta Bandung," ujar Kapolresta Bandung, Kombes Aldi Subartono, saat ditemui di Pos Pam Cikaledong, Nagreg, Kamis (19/3/2026).

ADVERTISEMENT

Aldi mengungkapkan, skema rekayasa lalu lintas ini telah dilakukan beberapa kali di jalur tersebut. Hasilnya, laju kendaraan berangsur normal dan melaju cepat sesaat setelah skema satu arah diterapkan.

"Total hari ini sudah kami laksanakan sebanyak 3 kali. Terlihat ini one way sepenggal ketiga, kendaraan begitu melaju cepat ke arah Limbangan," katanya.

Menurutnya, skema cara bertindak (CB) one way sepenggal ini dinilai sangat efektif. Dalam pelaksanaannya, Polresta Bandung terus berkoordinasi intensif dengan Polres Garut.

"Sekali lagi kolaborasi dengan Polres Garut ketika ekor kendaraan ini sudah sampai di Pamuncatan, maka kami kolaborasi untuk melaksanakan one way sepenggal. Dan alhamdulillah ini sangat efektif," katanya.

Ia menambahkan, titik kepadatan di jalur tersebut sempat mencapai wilayah Pamuncatan, Nagreg. Namun, Aldi menyebut kendala di titik tersebut lebih disebabkan oleh adanya perlintasan kereta api.

"Namun demikian, di sana ada personel yang sudah standby untuk mengurai setelah kereta lewat," pungkasnya.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads