Produksi sampah di Kota Cimahi meningkat drastis di bulan Ramadan 1447 Hijriah ini. Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah buat pemerintah dalam menuntaskan persoalan sampah dan ketergantungan pada TPA Sarimukti.
Dalam sehari biasanya sampah produksi rumah tangga di Kota Cimahi mencapai 250 ton. Sementara di bulan Ramadan, produksinya bertambah hingga lebih dari 300 ton dalam sehari atau melonjak sekitar 40 persen.
"Peningkatannya sangat tinggi, sekarang di bulan Ramadan produksi harian lebih dari 300 ton. Ya meningkat 30 sampai 40 persen," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Chanifah Listyarini saat dikonfirmasi, Kamis (19/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Produksi sampah yang melonjak karena aktivitas konsumtif masyarakat di bulan Ramadan. Masyarakat memilih membeli makanan olahan untuk menu berbuka puasa. Selain itu, lonjakan sampah karena program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Masyarakat banyak jajan untuk berbuka, nah itu menambah sampah karena kebanyakan dibungkus. Lalu program MBG di bulan Ramadan dibawa pulang, jadinya menambah produksi sampah rumah tangga," kata Chanifah.
Peningkatan produksi sampah rumah tangga di bulan Ramadan itu terbukti dari hasil pengecekan lapangan yang dilakukan. Di salah satu RW misalnya, di hari biasa sampah yang diangkut hanya sebanyak sembilang gerobak. Namun di bulan Ramadan, jumlahnya bertambah.
"Kami sempat survei ke salah satu RW, jadi di bulan Ramadan ini ditambah MBG dibawa pulang, mereka mengangkut sampai sampai 13 gerobak padahal hari biasa hanya 9 sampai 10 gerobak saja," kata Chanifah.
Dampak dari peningkatan volume sampah rumah tangga itu menyebabkan penumpukan sampah di TPS. Sebab pembuangan sampah dari Kota Cimahi ke TPA Sarimukti dibatasi hanya 1.668 ton per 14 harinya.
"Kuota pembuangan tidak ditambah sama sekali oleh provinsi. Ritasenya sangat dibatasi, apalagi sekarang sistem penimbangan. Kuota yang harusnya 14 hari, hanya cukup menjadi 10 hari," kata Chanifah.
(yum/yum)
