Puncak arus mudik Lebaran 2026 di jalur Kabupaten Garut diprediksi telah terlewati pada Rabu (18/3/2026) malam hingga Kamis (19/3/2026) dini hari. Antrean panjang di dua jalur utama memaksa kepolisian memberlakukan sistem satu arah (one way) hingga puluhan kali.
Kepadatan menyergap jalur arteri Limbangan-Malangbong, yang menjadi urat nadi penghubung Jakarta dan Bandung menuju Tasikmalaya serta Jawa Tengah.
Titik-titik antrean kendaraan mengular di sepanjang jalur ini sejak Rabu malam. Ekor kendaraan terpantau mulai dari kawasan Nagreg hingga Pasar Tradisional Limbangan, kawasan Bandrek, hingga Lewo menuju Malangbong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di lintasan sepanjang 27 kilometer ini, volume kendaraan didominasi oleh pemudik asal Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) serta Bandung yang hendak menuju kota-kota di Provinsi Jawa Tengah.
Hingga Kamis pukul 04.00 WIB, kepadatan arus lalu lintas masih terjadi. Terpantau antrean kendaraan mengular dari kawasan Bandrek hingga Malangbong dengan panjang mencapai sekitar 15 kilometer.
Jalur mudik Limbangan pagi ini Foto: Hakim Ghani |
Dimas (27), salah seorang pemudik asal Klaten bercerita, jika titik kemacetan dalam perjalanannya dari Jakarta menuju Jawa Tengah terjadi di kawasan Cimahi, serta Nagreg dan Limbangan.
"Kalau macet, hanya di Cimahi saja, sama di Nagreg dan pas masuk Garut," ungkap Dimas.
Kasat Lantas Polres Garut AKP Luky Martono menjelaskan, sepanjang Rabu hingga Kamis pagi ini, pihaknya telah melaksanakan sebanyak 28 kali sistem satu arah jalur kendaraan atau one way.
"Dengan rincian sebanyak 24 kali dilaksanakan sepanjang hari Rabu kemarin, dan 4 di antaranya dilaksanakan sejak Kamis dini hari hingga pagi tadi," ungkap Luky.
Kepadatan arus lalu lintas di kawasan jalur mudik Limbangan-Malangbong diprediksi masih akan terjadi hingga Kamis tengah malam nanti. Menurut Luky, personel kepolisian tetap bersiaga di jalur-jalur mudik Kabupaten Garut untuk memandu para pemudik.
"Imbauannya tetap, kami berharap pemudik bisa selamat sampai tujuan. Utamakan keselamatan sebagai kebutuhan, dan beristirahat jika dirasa lelah. Jangan memaksakan untuk berkendara," ujar Luky.
(tya/tya)

