Arus lalu lintas di Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung, terus meningkat signifikan pada Kamis (19/3/2026). Arus kendaraan terpantau mengalir deras menuju wilayah Garut dan Tasikmalaya.
Peningkatan volume kendaraan terjadi sejak Rabu (18/3/2026) malam hingga Kamis (19/3/2026) dini hari. Jalur Nagreg bahkan sempat mengalami kemacetan total (stuck) akibat padatnya pemudik yang melintas.
"Tadi malam sampai dini hari kondisi Nagreg sempat terjadi stuck, walaupun memang hanya beberapa saat. Tapi cepat terurai karena memang sudah ditangani oleh kepolisian lalu lintas di wilayah Cikaledong," ujar Humas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Eric Alam Prabowo kepada detikJabar, Kamis (19/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eric mengungkapkan peningkatan volume kendaraan terus terjadi secara signifikan hingga hari ini. Berdasarkan data rekapitulasi, lonjakan tajam terlihat hingga pukul 08.00 WIB.
"Bahkan dari data arus lalu lintas yang kami dapatkan, sudah sekitar 60 ribu lebih kendaraan yang tercatat dari mulai pukul 00.00 WIB sampai dengan tadi pagi pukul 08.00 WIB. Jadi sudah setengahnya dari H-3 kemarin datanya," katanya.
Sementara itu, data H-3 mencatat sebanyak 137 ribu kendaraan telah melintasi Nagreg menuju Garut dan Tasikmalaya. Namun, angka tersebut dinilai belum memasuki kategori puncak arus mudik.
"Betul (belum puncak arus mudik), makanya kemarin kami baru memprediksi kemungkinan besar H-3 menjadi puncak arus mudik. Namun begitu melihat data arus jam 12 malam, sebenarnya masyarakat yang bergerak setelah jam 12 malam itu termasuk di H-3. Namun ketika tiba di Nagreg, mereka sudah masuk di H-2," jelasnya.
Eric menyebut volume kendaraan ke arah timur menuju Garut dan Tasikmalaya terus meningkat secara konsisten. Ia memprediksi, jika tren peningkatan ini berlanjut, maka puncak arus mudik akan terjadi pada malam ini.
"Nanti, kalau sampai jam 12 (malam) grafiknya meningkat atau stabil, kami bisa menyatakan bahwa puncak arus mudik kemungkinan besar terjadi di H-2 Lebaran (hari ini), seperti tahun lalu. Namun kita akan lihat apakah bisa melampaui puncak arus mudik tahun lalu, yang jumlahnya sekitar 142 ribu, atau di bawah itu," ungkapnya.
"Jadi kami tegaskan puncak arus mudik kemungkinan akan terjadi malam ini," tambahnya.
Ia menyebut pemudik yang melintasi jalur Nagreg saat ini didominasi kendaraan roda dua. Hal tersebut disayangkan karena sejumlah pengendara motor terpantau masih mengabaikan faktor keselamatan lalu lintas.
"Dominasi kendaraan masih roda dua, dan presentasinya 69 persen, kalau tidak salah tadi pagi, untuk dominasi sepeda motor," kata Eric.
Eric mengimbau para pemudik untuk menghindari penggunaan sepeda motor. Namun apabila terpaksa, ia meminta pemudik memperhatikan kondisi jalur selatan Jawa yang mayoritas sempit dan berkelok.
"Pemudik juga diimbau untuk tidak melakukan perjalanan pada malam hari karena berisiko tinggi. Selain itu, hindari berboncengan lebih dari dua orang karena sangat berbahaya," ucap Eric.
"Jika tetap menggunakan sepeda motor, sebaiknya anggota keluarga seperti istri dan anak dapat menggunakan fasilitas mudik gratis tersebut. Selain itu, hindari membawa beban berlebih atau menambah bagasi di bagian belakang motor karena dapat mengganggu keseimbangan," pungkasnya.
(sud/sud)










































