Cerita Aceng, Kuli Proyek Nyambi Jualan Bunga Demi Cuan Lebaran

Cerita Aceng, Kuli Proyek Nyambi Jualan Bunga Demi Cuan Lebaran

Wisma Putra - detikJabar
Jumat, 20 Mar 2026 09:00 WIB
Penjual bunga musiman di Bandung laris manis.
Penjual bunga musiman di Bandung laris manis. Foto: Wisma Putra/detikJabar
Bandung -

Suasana pagi di Pasar Ciwastra, Kota Bandung, tampak ramai. Banyak warga berburu kebutuhan Lebaran, mulai dari bahan pokok hingga pakaian.

Pemandangan berbeda terlihat di pasar yang berlokasi di Jalan Ciwastra, Kecamatan Buahbatu ini. Menjelang H-2 Lebaran, puluhan penjual bunga musiman mulai memadati kawasan tersebut.

Tak hanya di area halaman, deretan ember putih berisi aneka bunga warna-warni dijajakan para pedagang. Warga yang selesai berbelanja di dalam pasar pun banyak yang mampir untuk membeli bunga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satunya terlihat di lapak milik Aceng (45). Pembeli datang silih berganti ke lapaknya. Di sana, mereka leluasa memilih dan menawar harga bunga yang dijual pria tersebut.

ADVERTISEMENT

"Ini berapa pak?" tanya pembeli.

"Rp12.500 satunya," kata Aceng.

Warga tersebut sempat menawar, namun Aceng bergeming. Meski begitu, jika pembeli mengambil lebih dari satu, Aceng tak segan memberikan potongan harga kepada mereka.

"Silakan," ucap Aceng saat warga menawar.

Saat berbincang dengan detikJabar, Aceng mengaku berjualan bersama istri dan saudara-saudaranya.

"Bunganya dari Cihideung, Parongpong, Bandung Barat. Bunganya macam-macam, sedap malam, aster, mawar, rampe juga ada," kata Aceng, Kamis (19/3/2024).

"Harga dari Rp10-25 ribu," tambah Aceng.

Aceng bercerita bahwa ia telah menjadi penjual bunga musiman setiap menjelang Lebaran selama hampir tujuh tahun di dekat Pasar Ciwastra.

"Sudah sekitar 7 tahunan jual di sini. Kalau jualan bunga musiman saja, sehari-hari kerja proyek," ujarnya.

Pria asal Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ini menyebut modal berjualan bunga tidaklah murah. Ia harus siap menanggung risiko jika bunga layu dan tidak laku. Namun, jika stok habis terjual, keuntungannya bisa mencapai dua kali lipat.

Agar pelayanan lebih cepat dan dagangan lekas habis, Aceng berbagi tugas dengan istrinya untuk menjaga lapak tersebut.

"Lumayan untungnya, inikan modal semua Rp6 juta. Kalau habis bisa dapat Rp11 juta. Jualan bisanya dari H-2 Lebaran sampai Hari H," tuturnya.

Ia menambahkan, seperti komoditas lainnya, tren penjualan bunga memang fluktuatif. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, dagangannya selalu ludes terjual.

"Tahun-tahun ini alhamdulillah rejekinya lancar. Semoga Lebarannya lancar," sambungnya.

Salah satu pembeli, Monika (36), mengaku selalu membeli bunga setiap menjelang Lebaran. Kebiasaan ini ia teruskan dari tradisi turun-temurun nenek dan ibunya.

"Kalau Lebaran harus ada bunga, ya bunga seperti ini aja, terutama sedap malam biar ruangan harum dan harumnya alami," ujar Monika.

Menanggapi harga bunga yang tergolong lumayan, Monika mengaku hal tersebut tidak menjadi masalah baginya.

"Nggak masalah, lagian ini kan bunganya jauh, sekalian berbagi rezeki saja kepada sesama," pungkasnya.

(wip/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads