DPRD Minta Proyek BRT di Bandung Tak Munculkan Masalah

DPRD Minta Proyek BRT di Bandung Tak Munculkan Masalah

Rifat Alhamidi - detikJabar
Kamis, 19 Mar 2026 13:00 WIB
Pembangunan proyek BRT Bandung Raya.
Pembangunan proyek BRT Bandung Raya. (Foto: Istimewa/Diskominfo Kota Bandung)
Bandung -

Kota Bandung saat ini sedang gencar merapikan sejumlah proyek infrastruktur. Mulai dari proyek galian kabel bawah tanah atau ducting untuk menunjang estetika kota, hingga proyek strategis transportasi massal berupa Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya.

Namun, kenyataannya di lapangan, proyek yang sedang dikerjakan itu malah menimbulkan masalah yang tak sembarangan. Proyeknya dianggap dikerjakan tak sesuai dengan standar hingga memincu keluhan dari masyarakat secara luas.

Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung Andri Rusmana pun turut menyoroti kondisi tersebut. Untuk proyek BRT misalnya, Andri menyatakan program tersebut jangan sampai menimbulkan masalah ketika dikerjakan di lapangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"DPRD Kota Bandung tentu mendukung pengembangan transportasi publik seperti BRT untuk mengatasi kemacetan. Namun dukungan tersebut tidak boleh diartikan sebagai pembenaran terhadap pelaksanaan proyek yang tidak tertata dengan baik. Transportasi publik harus dibangun dengan standar tinggi, transparan, dan akuntabel," katanya, Kamis (19/3/2026).

ADVERTISEMENT

Politikus PKS itu menyinggung supaya Pemkot Bandung tak terlihat lemah dalam menegakkan regulasi. Meski tidak membawahi langsung proyek itu, pemkot katanya punya kewenangan wilayah dan wakib memastikan pembangunan yang dilakukan memenuhi standar.

"Sebagai pihak yang memiliki kewenangan wilayah, Pemerintah Kota Bandung seharusnya memastikan setiap pembangunan yang terjadi di ruang kota memenuhi standar kualitas, keselamatan, dan estetika. Jika sampai muncul polemik seperti saat ini, berarti ada kelemahan dalam fungsi pengawasan dan koordinasi pemerintah daerah terhadap proyek tersebut," tegasnya.

"Transportasi publik adalah kebutuhan Kota Bandung, tetapi pembangunan tidak boleh dilakukan dengan cara yang asal-asalan. Proyek sebesar BRT harus dikerjakan dengan perencanaan matang, kualitas pekerjaan yang baik, serta menghormati wajah dan estetika kota. Jika sejak awal sudah menimbulkan persoalan, maka evaluasi menyeluruh harus segera dilakukan," pungkasnya.

(ral/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads