Wali Kota Bandung Muhammad Farhan membekukan izin proyek pembangunan halte koridor Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya. Proyek ini dianggap bermasalah di lapangan karena pengerjaannya dinilai tidak sesuai standar.
detikJabar memantau sejumlah lokasi pembangunan halte untuk koridor BRT Bandung Raya. Dari empat titik yang dipantau, keseluruhannya kini sudah dirapikan dengan cara ditutup menggunakan beton coran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keempat titik itu berada di Jalan Ir H Juanda atau Jalan Dago, tepatnya di perempatan Jalan Sulanjana dan di depan supermarket Superindo. Kemudian dua titik di Jalan Wastukencana, tepatnya di dekat kampus Unpas dan depan Hotel California.
Keempat titik itu tadinya memantik kemarahan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Sebab, proyek yang dijalankan dianggap asal-asalan karena dilakukan tidak sesuai standar.
Bagaimana tidak, trotoar yang sudah rapi justru dibongkar kembali untuk proyek halte BRT Bandung Raya. Namun kemudian, proyek itu dibiarkan beberapa saat hingga menimbulkan masalah di lapangan.
Kini, kontraktor proyek itu sudah menuntaskan tugasnya dengan merapikan pembangunan halte tersebut. Bahkan, beton coran terlihat masih basah setelah proyek itu memantik emosi Farhan.
"Pertama, kita minta BRT distop dulu karena hasil pekerjaannya sudah kita review itu jelek sekali, ngerusak. Itu lagi kita minta perbaiki dulu, jadi izin konstruksinya sementara kita tahan," kata Farhan, Selasa (17/3/2026).
"Karena saya enggak kebayang kalau sampai masuk ke daerah yang padat wilayahnya. Wah, bentrok dengan warga nanti. Ini tujuannya untuk memitigasi itu," tambahnya.
Proyek halte BRT Bandung Raya Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar |
Sebagai wali kota, Farhan mengaku malu karena proyek itu justru menimbulkan masalah di lapangan. Farhan pun berencana mengirim surat ke Kementerian Perhubungan supaya proyek BRT tersebut dijalankan tanpa menimbulkan masalah yang berkepanjangan.
"Itu berantakan banget, saya malu atuh. Masak proyek strategis seperti itu, kelas kelurahan itu mah. Nanti saya kirim surat supaya yang ini diperbaiki dulu. Tunjukkan bahwa memang ini teh proyek kelas strategis gitu," tegasnya.
Farhan juga berencana mengecek kembali proyek itu pada hari ini, Selasa (17/3/2026). Ia ingin memastikan secara langsung bahwa proyek itu memang mendatangkan manfaat yang besar bagi warga Kota Bandung, terutama untuk urusan transportasi massal.
"Karena gini, itu bahan paling bagus untuk sosialisasi. Kita kan harus menyukseskan yang namanya program strategis. Nah itu saya agak marah karena bagaimana saya bisa mensosialisasikan ketika penampilannya aja jelek. Ya kan kita lagi beres-beres galian, atau ada ini lagi gitu. Jadi rasanya nggak beres-beres," pungkasnya.
(iqk/iqk)











































