Rasa bahagia membuncah di hati Agil, pria asal Kelurahan Karangmekar, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. Ia akhirnya bisa mudik ke kampung halaman di Purworejo, Jawa Tengah, setelah beberapa tahun tertahan.
Agil memboyong anak serta istrinya. Ia sudah menunggu keberangkatan bus yang akan mengangkutnya sejak Rabu (18/3/2026) pukul 06.00 WIB. Beberapa tas dibawa, berisi pakaian dan bekal untuk menempuh perjalanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agil tak menunggu bus di terminal. Pria 50 tahun itu beruntung karena bisa berangkat dari Kantor Pemerintah Kota Cimahi. Ia tak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli tiket mudik. Dalam sekali perjalanan normal, ia setidaknya harus menyiapkan uang Rp1,5 juta untuk tiket bus bagi keluarga kecilnya.
Pekerja harian lepas itu memanfaatkan program mudik gratis dari Pemerintah Kota Cimahi. Ia mendaftar sejak program resmi dibuka pada awal Ramadan. Ia tak menyangka namanya masuk dalam daftar penumpang yang lolos sebagai peserta mudik gratis.
"Alhamdulillah bisa mudik, sudah 3 tahun ini enggak pulang ke kampung halaman istri di Purworejo, kalau saya asli Cimahi. Enggak keluar modal juga, kan mudik gratis," kata Agil saat ditemui, Rabu (18/3/2026).
Perjalanan panjang akan ditempuhnya. Bus yang ia tumpangi setidaknya akan menempuh jarak sekitar 400 kilometer. Bus tersebut tidak langsung menuju Purworejo, melainkan menurunkan penumpang di Solo via Yogyakarta, serta Semarang via Cirebon.
"Nanti bisa turun di Solo atau Yogyakarta. Dari situ lanjut lagi naik bus ke Purworejo, lumayan irit. Mudah-mudahan perjalanannya aman," kata Agil.
Tak cuma Agil yang semringah bisa mudik ke kampung halaman tanpa mengeluarkan biaya sedikit pun. Ada juga Suryo, yang mudik bersama anak dan istrinya menuju Solo.
"Saya mau mudik ke Solo dan alhamdulillah dapat tiket mudik gratis dari Pemkot Cimahi," tutur Suryo (50).
Bagi Suryo, program mudik gratis ini sangat membantu pengeluarannya. Sebab, setiap Lebaran ia selalu mengusahakan pulang ke kampung halamannya di Solo bersama istri dan kedua anaknya. Apalagi, ongkos mudik saat Lebaran melonjak cukup mahal.
"Saya kerja di bengkel, jadi penghasilan kan enggak seberapa. Kalau ongkos mungkin bisa sampe Rp400 ribu per orang, kalau empat orang ya sekitar Rp1,6 juta. Pulang pergi minimal harus pegang uang Rp4 juta, besar sekali. Jadi ini sangat membantu," kata Suryo.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira mengatakan, lewat program mudik gratis ini ada sekitar 720 warga ber-KTP Cimahi yang bisa pulang ke kampung halaman. Padahal, secara keseluruhan peminat program tahunan itu mencapai 1.700-an orang.
"Pemkot Cimahi hari ini memberangkatkan 720 peserta mudik gratis pada tahun 2026 ini, dan ini terbanyak se-Bandung Raya. Pesertanya sebetulnya sampai 1.700-an orang, tapi kami mohon maaf belum bisa fasilitasi semuanya," kata Adhitia.
Adhitia mengimbau pemudik nantinya tidak membawa anggota keluarga baru dari kampung halaman, apalagi jika belum memiliki pekerjaan pasti. Pemkot Cimahi pun tengah mengkaji kemungkinan adanya operasi yustisi setelah Lebaran nanti.
"Ya kita lihat trennya seperti apa setelah arus mudik, arus balik selesai," ucap Adhitia.
(iqk/iqk)










































