17 Maret menjadi hari yang spesial untuk para perawat di tanah air. Profesi perawat yang ada di balik bayang-bayang dokter dalam menjalankan perannya, dirayakan secara khusus sekaligus merefleksi perannya dalam dunia kesehatan.
Tak sekadar seremoni, Hari Perawat Nasional menjadi momentum tepat menegaskan kembali keberadaan mereka yang strategis namun kerap dilirik sebelah mata. Padahal perawat hadir sebagai garda terdepan dan paling awal bersentuhan dengan pasien.
Baca juga: Bandung Zoo Tutup Selama Libur Lebaran! |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus Nurjaman, salah satunya. Perawat di rumah sakit wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) merepresentasikan bagaimana seharusnya perawat bekerja. Tak perlu sorotan publik, namun tuntas dalam perannya.
Ketika ada bencana, urusan kemanusiaan memanggil, Agus tak pikir panjang. Ia berangkat ke daerah berbahaya yang dijauhi banyak orang. Misalnya ketika Sumatera dilanda banjir, ia ambil bagian dalam operasi kemanusiaan.
Sampai akhirnya ia diganjar penghargaan Perawat Teladan Nasional dari pemerintah Bandung Barat. Di Hari Perawat Nasional, ia menilai perhatian terhadap kesejahteraan dan profesionalisme perawat di Indonesia belum optimal.
"Selama ini perawat di Indonesia masih jauh dari kata sejahtera dan kurang diperhatikan, hingga dampaknya kurangnya kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat," kata Agus saat dikonfirmasi, Selasa (17/3/2026).
Dalam hal kewenangan medis, kata Agus, perawat di Indonesia umumnya berfokus pada perawatan pasien dan menjalankan tindakan yang diinstruksikan dokter. Hal itulah yang akhirnya membuat perawat ada di balik bayang-bayang dokter.
"Sehingga dari sisi status profesi perawat lebih dikenal sebagai pembantu dokter di mata masyarakat, karena apa yang dilakukan selalu atas dasar instruksi dokter," katanya.
Di balik sederet persoalan-persoalan tersebut, momentum hari Perawat Nasional menjadi kesempatan untuk mengenang ketulusan mendiang Dora Sigar yang menjalankan tugas kemanusiaan menjadi seorang perawat di Belanda dan Jerman.
"Ibu Dora Sigar, istri dari Prof Sumitro Djojohadikusumo yang merupakan ibunda dari Presiden Prabowo Subianto. Menurut beliau profesi perawat merupakan profesi yang memiliki peran strategis dalam sistem pelayanan kesehatan di garis terdepan dalam melayani masyarakat," katanya.
"Saya mengajak seluruh insan keperawatan untuk melanjutkan perjuangan ketulusan, keteladanan dan menjadikan Ibu Dora Sigar sebagai inspirasi dalam melayani masyarakat," imbuhnya.
(dir/dir)











































