Sebuah warung kelontong di Desa Bongkok, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, ludes terbakar pada Senin (16/3/2026) malam. Dua orang mengalami luka bakar serius akibat peristiwa ini.
Kedua korban merupakan kakak beradik. Tajil Anwar (29) mengalami luka bakar hingga 95 persen, sementara adiknya, Saeful Hidayat (19), menderita luka bakar sekitar 20 persen di bagian kaki.
Baca juga: Saat Mang Becak Jadi Tamu Kehormatan Bupati |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasi Humas Polres Sumedang AKP Awang menjelaskan, ruko yang terbakar merupakan milik Tajil Anwar. Selain menjual barang kelontong, korban juga menjual bahan bakar eceran di lokasi tersebut.
Dari hasil pemeriksaan sementara, api diduga muncul ketika Saeful tengah menuangkan bensin eceran dari jeriken ke botol sambil merokok. Api seketika menyambar dan menghanguskan seluruh bangunan warung.
"Berdasarkan keterangan saksi, saat itu adik korban sedang menuangkan bahan bakar Pertamax dari jerigen ke botol eceran sambil merokok. Diduga percikan api dari puntung rokok menyambar bahan bakar yang sedang dituangkan sehingga api dengan cepat membesar dan membakar ruko," ujar Awang.
Untuk memadamkan kobaran api, petugas dari Damkar Unit Conggeang dan Dinas Damkar Sumedang menerjunkan dua unit armada pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.
"Pemadaman berjalan lancar. Kami menerima laporan lalu langsung menuju lokasi. Api berhasil dipadamkan sekitar 20 menit. Kondisi kios rusak total dan seluruh barang dagangan habis terbakar. Ini kebetulan warung Madura," kata Komandan Regu 1 UPT Pemadam Kebakaran Conggeang, Asep.
Kerugian materiil akibat insiden ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Sementara itu, korban Tajil Anwar yang mengalami luka bakar hingga 95 persen telah dirujuk ke Rumah Sakit Cimalaka untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
(orb/orb)










































