Stok darah di Kabupaten Cianjur menipis menjelang Idul Fitri 2026. Kondisi ini terjadi karena jumlah pendonor menurun selama bulan Ramadan, sementara kebutuhan darah diperkirakan meningkat setelah Lebaran.
Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia Kabupaten Cianjur dr Susilawati mengatakan, dalam kondisi normal stok darah aman berada di kisaran 250 labu untuk setiap golongan dalam dua pekan.
"Kalau satu bulan, stok amannya mencapai sekitar 2.000 labu darah," kata Susilawati, Rabu (11/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun memasuki pekan ketiga Ramadan, jumlah stok darah di Cianjur tercatat kurang dari 500 labu. Dari jumlah tersebut, golongan O menjadi yang paling banyak dengan 243 labu, sementara golongan B menjadi yang paling sedikit dengan hanya 21 labu.
"Untuk awal Ramadan masih banyak stok karena ada sisa dari awal Februari sebelum Ramadan. Tapi begitu masuk Maret dan Ramadan berjalan, stok jadi menipis. Penurunannya sampai 40 persen," ujarnya.
Menurutnya, kebutuhan darah biasanya meningkat pada periode H-1 hingga H+3 Idul Fitri. Kebutuhan tersebut berasal dari berbagai keperluan medis, mulai dari pasien thalasemia yang membutuhkan transfusi rutin hingga korban kecelakaan lalu lintas dan pasien yang menjalani tindakan bedah.
"Kebutuhan darah banyak mulai dari pasien thalasemia, kemudian kecelakaan lalu lintas hingga operasi bedah," katanya.
Susilawati menjelaskan penurunan stok darah terjadi karena minimnya kegiatan donor darah selama Ramadan. Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya berupaya memaksimalkan kegiatan donor melalui kerja sama dengan instansi dan komunitas.
"Kami maksimalkan kegiatan rutin di dinas atau instansi lain supaya bisa mengamankan stok darah. Salah satunya kegiatan donor di Alun-alun oleh Polres. Kami harap hingga sebelum Lebaran banyak pihak yang turut menggelar donor darah," ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi mengatakan pihaknya sengaja menggelar kegiatan donor darah bersamaan dengan program gerakan pangan murah di Alun-alun Cianjur.
"Kami mendapatkan informasi jika stok darah Cianjur minim, sehingga sengaja menggelar donor darah. Utamanya anggota Polres Cianjur kami dorong untuk mendonorkan darahnya," kata Alexander.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu menambah ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan.
"Dari setetes darah yang didonorkan diharapkan bisa membantu dan menyelamatkan nyawa pasien yang membutuhkan," pungkasnya.
(dir/dir)











































